Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Kesebelasan Indonesia lawan Uni Soviet

>> Wednesday, July 29, 2009

Oleh Cardiyan HIS



If there was an Olympic Medal awarded for courage, tenacity and refusal to admit inferiority, the INDONESIAN SOCCER TEAM would have won it hands down yesterday at Olympic Park. They confounded experts, amazed the spectators and worried the Russian team a scoreless draw, even after extra time had been ordered. It was the most fantastic soccer match I have ever seen. (Bill Fleming, senior soccer writer at the AGE news paper, Australia, 30 November 1956).



Hari yang sudah lama dinanti-nantikan akhirnya telah tiba. Stadion Olimpiade ke XVI di Melbourne pada tanggal 29 Nopember 1956 telah dipenuhi penonton yang akan menjadi saksi pertandingan antara favorit juara Uni Soviet (Rusia sekarang) melawan kekuatan Asia yakni negara tetangga Australia; INDONESIA !!!!


Sebelum pertandingan berlangsung, beberapa pemain inti Indonesia didera cedera. Dipastikan mereka tidak bisa tampil yakni Ramli (asal PSMS Medan), Rukma dan Ade Dana (keduanya berasal dari Persib Bandung disamping Danu dan kapten Persib dan tim nasional Indonesia Aang Witarsa). Padahal ketiga pemain ini boleh dikatakan pemain ulung yang nyaris tak tergantikan. Padahal lawan yang akan dihadapi adalah Uni Soviet yang dua hari sebelumnya baru saja mengalahkan favorit lainnya yakni Jerman dengan skor 2-1.


Pelatih Indonesia asal Yugoslavia; Tony Pogacknik harus putar otak. Dimanakah sebenarnya letak keunggulan Uni Soviet? Yang pasti ialah secara perseorangan mereka masing-masing adalah jauh lebih ahli atau lebih mahir dari pada pemain-pemain Indonesia. Pun di dalam hubungan keseluruhannnya, mereka lebih utuh, dan kokoh. Napas mereka lebih panjang, larinya lebih cepat, tendangannya lebih keras, orangnya tentu saja lebih besar dan lebih kuat pula dari pada pemain-pemain Indonesia. Ini belum lagi terhitung kelebihan mereka dalam hal teknik dan taktik permainannya. Jadi pendek kata, Indonesia harus ekstra waspada.


Sungguh pun demikian, Tony masih dapat menemukan kekurangan mereka. Dan yang pasti ketika melawan Jerman, jarang terlihat tembakan-tembakan yang jitu dan membahayakan gawang Jerman. Kebanyakan tendangan keras mereka kalau tidak menyamping ke gawang, ya jauh melambung di atas gawang Jerman. Dua gol yang tercipta pun sepenuhnya merupakan keunggulan permainan individu pemain Uni Soviet, bukan hasil permainan kolektif melalui sett-piece yang cantik.



Taktik Indonesia: Pertahanan Diperkuat


Satu-satunya jalan ialah kita harus memperkuat barisan pertahan kita, sekokoh-kokohnya. Dan siasat tersebut ternyata berhasil diterapkan dengan bagus oleh para pemain Indonesia. Barisan kita di belakang, dibuat berlapis-lapis. Yaitu: tiga orang back sejajar, membujur dari kanan ke kiri, terdiri dari Rasyid-Kiat Sek-Chaeruddin. Benteng ini sungguh kuat dan lincah sekali dalam gerakan-gerakannya, seperti penjalin yang dapat dibengkok-bengkokka n dan dapat dipentalkan kembali. Inilah sebenarnya barisan atau lapisan terakhir yang membentang di depan gawang Saelan.


Sebelum lapisan ini, maka membentang pula suatu pagar, yang melintas di depannya, siap menerima pukulan-pukulan yang pertama dari Uni Soviet. Dan pagar yang sangat gigih ini terdiri dari pemain-pemain yang sangat ulet, yaitu Siang Liong-Him Tjiang-Liong Houw. Jadi sebelum bola dapat mendekati pada gawang Indonesia, terlebih dahulu harus dapat melewati pagar ini, kemudian sampailah kepada benteng yang kedua. Dan biasanya, di sini barisan penyerbu lawan sudah kehilangan daya kekuatannya. Karena sudah mendapatkan rintangan-rintangan dalam dua lapisan berturut-turut.


Kemudian untuk dapat menghubungkan antara depan dan belakang, maka harus ada salah seorang yang benar-benar dapat menyelenggarakan tugas yang sangat berat tersebut. Yaitu orang yang benar-benar mempunyai daya tahan dan napas yang sangat kuat karena dia harus berkeliaran ke segala tempat yang diperlukan, baik ke belakang maupun ke depan bahkan jika perlu harus ikut bertahan atau ikut menyerang pula. Orang yang dipercaya Tony Pogacknik sebagai “tukang pikul air” ini adalah Ramlan.


Dan tinggalah sekarang ketiga pemain depan terdiri dari kapten tim Aang Witarsa, Danu dan Ramang. Pemain-pemain ini adalah pemain pilihan tentu saja karena merupakan pemain yang sangat cepat, berani dan mempunyai tendangan keras dan jitu. Sebab mereka hanya bertiga harus melawan 4 atau 5 pemain belakang lawan. Sayanglah karena Danu badannya tidak fit benar, maka kekompakan yang diharapkan dari barisan penyerang ini kurang memberikan hasil optimal.


Maka taktik pertahanan yang diperkuat menjadi pilihan akhir. Taktik semata-mata hanya untuk memperoleh pertahanan yang sangat kuat; “apa boleh buat diperuntukkan untuk mempertahankan diri agar supaya lolos dari kekalahan”.


Dalam pertandingan itu Uni Soviet telah menendang bola ke luar melalui garis gawang (out keeper) sebanyak 46 kali. Menembak 20 kali yang dapat ditangkap dengan gemilang oleh penjaga gawang Saelan. Uni Soviet memaksakan tendangan penjuru sebanyak 23 kali!


Dan di perpanjangan waktu 2x15 menit, penyerang-penyerang Uni Soviet yang sudah kehilangan akal untuk membobol gawang Indonesia, maka dengan segala cara mencoba memforsir satu penalti. Yaitu ketika ada kemelut di depan benteng Indonesia, maka penyerang mereka sengaja menjatuhkan diri seolah kesakitan luar biasa. Tetapi untunglah wasit tidak dapat dipengaruhinya, seperti ditulis reporter the SUN: “ ....in sheer desperations at one stage, the Russian tried to force a penalty kick decisions in their favour, but desisted when the referee failed to impressed ....”


Dan akhirnya Indonesia pun tetap berhasil menahan raksasa Uni Soviet dengan skor 0-0.


Dalam pertandingan ulangan keesokan harinya, Uni Soviet berhasil mengalahkan Indonesia -----yang pemain-pemainnya telah cedera dalam pertandingan semalam namun tetap dipaksakan tetap bermain, karena Ramli, Rukma dan Ade Dana pemain sebelumnya juga tak dimainkan ditambah Danu yang cedera pada pertandingan semalam---- dengan skor 4-0. Uni Soviet pula akhirnya yang menjuarai Olimpiade ke XVI di Melbourne, setelah di final mengalahkan Yugoslavia dengan skor 1-0.


Bahan: Cardiyan HIS, “PSSI Tempo Doeloe Hebring”, Penerbit Pustaka Dinamika Mediatama, Jakarta 1988.

Read more...

Negaraku, Kampungku

>> Sunday, April 19, 2009

From: das albantani
To: IA-ITB@yahoogroups.com
Cc: wongbanten@yahoogroups.com ; iai-architect@yahoogroups.com ; ia-arsitektur-itb@yahoogroups.com ; ar95@yahoogroups.com ; mikrohidro_group@yahoogroups.com
Sent: Sunday, April 19, 2009 11:07 PM
Subject: [IA-ITB] Nagara ku, Kampung ku


Seberapa cinta kah kita terhadap Indonesia ? atau dalam lingkup yang lebih kecil, seberapa cinta kah kita terhadap kampung halaman sendiri ?

Kampung merupakan salah satu potensi terbesar di Indonesia. Tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Dari kampung lah kita berasal, bahkan dari nenek moyang kita dulu. Dikarenakan kebutuhan hiduplah orang-orang banyak yang meninggalkan kampung halaman. Akibatnya kampung menjadi terbengkalai, ditinggalkan oleh orang-orang yang sebenarnya mempunyai potensi untuk mengembangkan kampung. Mereka banyak mengejar kehidupan di kota, banyak yang berhasil, tetapi lebih banyak lagi yang menjadi penyakit masyarakat.

Dibutuhkan mimpi yang kuat untuk memulai karya di kampung, dan banyak cara untuk menunjukkan bahwa kita sudah mulai mencintai kampung sendiri. Bisa dengan menanam pohon di lingkungannya. Bayangkan jika satu orang menanam pohon minimal setiap minggu satu pohon, maka lingkungan kita akan menjadi asri dan menjadi investasi terbesar untuk anak cucu kita nanti. Memungut sampah yang terlihat setiap kita melangkah, memisahkan sampah organik dan anorganik dari rumah kita. Minimal seminggu sekali mengadakan kerja bakti menata lingkungan, bergotong royong membangun fasilitas umum.

Negara ku bisa kuat karena Kampung ku ditata dengan baik, tidak perlu lagi ke kota untuk mengejar kehidupan, matahari dan angin bisa dijadikan sumber energi yang berlimpah, sawah, ladang, kali dan laut bisa menjadi sumber penggerak ekonomi, dan kehidupan sosial budaya bisa menjadi sumber daya tarik wisata.



Salam,
@das albantani
My Country, My Village
www.indonesianvillage.com

Read more...

Saya Jadi Terharu...

>> Thursday, April 2, 2009

From: rulanrulan
To: IA-ITB@yahoogroups.com
Sent: Thursday, April 02, 2009 4:58 PM
Subject: [IA-ITB] Saya Jadi Terharu...



Saya Jadi Terharu...

oleh : Rulan
(guru sekolah, guru privat dan guru bimbel juga)

"Mas,bisangajarin IPS ga? Besok aku mau tes di SMA Al Azhar Kemang nih." celetuksi Ojan murid privat saya yang juga anak salah satu alumni ITB 78 tadimalam.
"OK,ada bukunya kan,aku coba ya" jawab saya.
Maklum biasanya ngajarin dia Fisika dan Matematika aja.
"OK kita mulai dari kategori negara,ada negara berkembang dan negara maju bla...bla...
"Lanjutttt..
.ke bab Perang Dunia II dan imbasnya ke Indonesia ya,Jan.
"JadiPD II itu ada dua blok yakni sekutu dan As.Sekutu terdiri dariAS,Perancis,Inggris,Uni Soviet,sedangkan As terdiri dariJerman,Jepang,Italia bla...bla...bla
Nah...Jepang datang keIndonesia tahun 1942 itu karena Indonesia kaya akan sumber dayaalam,itulah kenapa ada kerja paksa,sehingga dikenal istilah ROMUSHA danjuga dilatihlah para pemuda indonesia menjadi tentara dengan harapan bisa membantu Jepang dalam PD II,maka ada PETA,HEIHO,dll."
"Heihooo! (intonasi soundtrack Slumdog Millionare)
Jadiitu (sambil menunjuk foto kakeknya) mungkin juga dilatihJepang,Mas.Kakek kan pejuang juga,anggota veteran..." celetuk Ojanyang kelas 3 SMPN 11 yang favorit itu.
"Sangat mungkin,Jan.Kamu harus bangga itu..." jawab saya.

"Nah,sekarang pertanyaannya kenapa Jepang ingin menguasai Indonesia?"
Ojan diam aja sambil berpikir ....
"Yakarena Indonesia kaya akan sumber daya alam,Jepang itu negara yangmiskin kekayaan alamnya,hampir tiap hari diancam gempa" timpal sayalagi.
"Logikanya,Indonesia kan harusnya melawan Jepang setelahdijajah lama oleh Belanda,tapi ternyata Jepang justru disambut gembirasehingga dengan mulus mereka bisa menguasai kita,kok bisa hayo....?
Halitu karena pada awalnya Jepang dengan cerdik mempublikasikan dirisebagai saudara tua kita sebagai sesama negara asia,tapi di tengahpenjajahan justru eksploitasinya kepada kita gila-gilaan"
"O.... yang gerakan 3A itu ya,Mas" timpal Ojan yang terlihat tambah antusias.
"Yup!"
"Melihatitu tokoh pergerakan kita terpecah dua,satu bergerak di bawahtanah,dipimpin Tan Malaka dan Sutan Sjahrir,satunya lagi mauberkompromi dengan Jepang,dipimpin SOekarno-Hatta."
"Lho kok mau sih kerjasama dengan Jepang" tanya Ojan penasaran.
"Yaitu kan strategi,Jepang sangat kuat tidak mungkin dilawan dengankonfrontasi langsung,akan banyak korban,kita ga punya kemampuan militermemadai"

"Sekarang pertanyaanku begini,gimana ceritanya sebuahnegara nobody yang tiba-tiba mengumumkan kemerdekaannya sepertiIndonesia akhirnya mendapat pengakuan para bos-bos besar kayak amerika dan sekutunya itu,Jan"
"Kamubayangkan aja waktu itu Belanda sangat kuat dan mudah bagi Belandadengan kekuatan militernya menguasai kita jika dibantu sekutu yangbanyak juga negara bulenya?
Kita kan hanya negara jajahan awalnya.Hayo gimana?"
Ojan kembali terdiam....
"Nahitu karena kecerdikan para pemimpin waktu itu,contohnya Sutan Sjahrirketika menjadi Perdana Menteri,memimpin negara baru yang tidak punyaduit,hanya punya 50
insinyur,dan kurang dari 200 dokter,tidak punya persenjataan bagus,dan diblokade alias dikepung oleh Belanda pula.
MelihatIndia sedang dilanda kelaparan,Sutan Sjahrir ketika itu menawarkanbantuan beras ke India atas alasan misi kemanusiaan.Sekutu kemudianmalah menyediakan
kapal untuk beras bantuan itu,kejadian itusangat memukul Belanda,karena peristiwa itu menaikkan harga diri kitadi mata internasional.Selain itu kita pun akhirnya dapat balasan tekstil dari India,jadi punya keuntungan dobel he..he.. cerdik kan!
Selainitu ada juga rapat raksasa di lapangan Ikada,kejadian ini sangatpenting karena membuat dunia internasional sadar bahwa Soekarno-Hattadidukung sepenuhnya oleh rakyat Indonesia.
Dan yang palingbrilian,yang meneguhkan posisi kita adalah tawaran Sutan Sjahrir kepadasekutu untuk mengajak berunding Belanda yang kemudian dikenal dengan perjanjian Linggarjati tahun 1946 kalo ga salah.
"Dimana briliannya,Mas?" sela Ojan sambil mencoba berpikir...
"Yakarena dengan perjanjian itu kita secara resmi diakui sebagai negaraberdaulat sejajar dengan Belanda,jadi gagal sudah publikasi Belandabahwa kita adalah kaum pemberontak semata."
Ojan terlihat manggut-manggut sambil tersenyum mengerti.

"Ok,sekarang ke bab 5,Jan.Yakni tentang perundingan-perundingan Indonesia-Belanda."
"Hah udah 5 bab ya...ga terasa,Mas !" timpal Ojan yang terlihat menikmati.
"Hasilperundingan Linggarjati yang hanya mengakui sebagian sumatera,sebagianjawa dan madura,banyak ditentang oleh tokoh-tokoh dalam negeri,tapi itusudah cukup
membuat kekalahan Belanda.Makanya Belandamelancarkan agresi militer I dan diulang lagi setelah perundinganRenville dengan agresi II.Tindakan ini makin tidak menguntungkan kampanye Belanda di mata internasional.
Akhirnya Belanda mengakui kedaulatan kita dalam Konferensi Meja Bundar,nah kenapa hayo?"
Ojan menggelengkan kepala...
"Beginiceritanya....Belanda selama ini meraih dukungan Amerika Serikat karenamemprogandakan Indonesia sebagai negara komunis karena para pemimpinnyaadalah
orang-orang kiri.Kiri itu ideologi yang ke arah komunisartinya,Jan.Tapi tuduhan Belanda itu tidak terbukti karena ada satuperistiwa pemberontakan PKI di Madiun tahun
1948 yang dipimpin oleh Muso."
Pemberontakanitu dipakai oleh para ahli diplomasi kita untuk membuktikan bahwa kitabukan negara komunis.Para diplomat kita kira-kira bilang seperti inikalo kita
memang negara komunis kok diberontak oleh partai komunis..."
Ojan manggut-manggut lagi...

"Wah ga gampang ya bikin negara ya,Mas" celetukan cerdas dari seorang anak kelas 3 SMP yang membuat saya terharu.
"Yup...ga gampang,makanya kamu sebagai generasi muda harus menghargai itu..."
"Kenapasih kita belajar sejarah,Mas?" satu lagi pertanyaan cerdas dari anakterakhir dari kalangan menengah ke atas yang membuat saya senang.
"Yadengan belajar sejarah,kamu akan lebih tahu identitasmu,sejarah kanhanya bangsa,sejarah keluargamu juga penting diketahui,siapakah dulukakekmu,apa yang dia telah lakukan untuk hidupnya,gimanaceritanya Ayahmu bisa menjadi pejabat di Bank Mandiri juga penting kamuketahui agar kamu bisa melampaui prestasi ortumu itu....tapi sayangnya banyak orang tidak suka sejarah ya...."

Read more...

Penggemar Blog IA-ITB :

  © Free Blogger Templates Skyblue by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP