Showing posts with label ITB. Show all posts
Showing posts with label ITB. Show all posts

Pendapat Kang Maman dan Bagaimana ITB soal Plagiarisme?

>> Wednesday, April 21, 2010

Oleh Cardiyan HIS

Untung ada Kang Maman. Si Akang yang nama lengkapnya adalah Prof.DR. Maman Abdurachman Djauhari memang sudah pensiun dari Matematika ITB tetapi pemikirannya tak terputus dari almamaternya meski sekarang sedang menjadi periset di manca negara. Sebagaimana diketahui Kang Maman ini pernah menjadi Ketua Majelis Guru Besar ITB periode 2007-2008. Kita beruntung telah membaca surat Kang Maman di mailist IA ITB (21 April 2010 jam 07:05 postingan seorang alumnus ITB Tsulusun ArRoyan) yang merupakan forward dari mailist “Tertutup Dosen ITB” berjudul “Plagiarism versus Marwah ITB”.

Selama berhari-hari dan belum berakhir hingga sekarang, para alumni ITB memang merasa sangat terpukul. Ulah plagiarisme Mochammad Zuliansyah (MZ) alumnus S-2 dan S-3 STEI ITB telah mencederai nilai-nilai kejujuran dan integritas, yang sepanjang 90 tahun telah menjadi kebajikan umum di ITB. Nilai-nilai kejuangan, nilai kejujuran yang tak tersentuhkan yang “sakral” sejak seleksi masuk S-1 ITB dan selama proses menuntut ilmu di ITB yang tak bisa dipertukarkan dengan uang berapa pun nilainya, begitu mudahnya dicampakkan MZ.

“Majelis Guru Besar ITB sebagai penjaga nilai-nilai telah kecolongan,” tulis surat Kang Maman. Rektor ITB sampai dosen muda ITB hendaknya tidak defensif dan jangan membela orang. Harus rasional untuk tetap berintegritas akademik. Maknanya sungguh mendalam bahwa yang harus dibela adalah nilai-nilai BUKAN orang per orang. Kita semua sudah tahu bahwa tulisan termasuk tulisan plagiat adalah tanggungjawab semua pengarang. Penjelasan ITB sementara ini tentang siapa penulis utama dan bagaimana peran ketiga penulis lainnya sungguh sebagai alasan yang sangat sulit diterima.

Oleh karena itu ungkap Kang Maman, ITB harus segera membuat NORMATIVE STATEMENT, sebelum masyarakat kampus internasional bahkan masyarakat luas memandang sebelah mata ITB karena tak memiliki lagi sikap tegas, tak memiliki integritas dalam menjunjung dan membela nilai-nilai kebenaran.

Kang Maman tak hanya mengungkapkan sikap tegasnya kepada ITB. Tetapi juga ia menyarankan dengan mengingatkan ITB agar para profesornya disuruh kembali ke laboratorium saja, tak usah urus yang macam-macam. Profesor itu harus dikelilingi para mahasiswa untuk memproduksi ilmu baru yang kemudian diterbitkan ke dalam jurnal internasional untuk mendapatkan pengakuan dari “international peers”. Bukankah profesor adalah sebuah “klub internasional”?

Saya sangat setuju dengan pendapat kang Maman ini karena senada dengan tulisan saya sebelumnya “Saatnya Rektor Menegur Profesor” (mailist IA-ITB, 16 Februari 2010) yang antara lain mengupas ternyata masih ada profesor di ITB yang menjelang pensiun tak memiliki tulisan yang dimuat di jurnal internasional kredibel selain disertasi doktornya saja atau juga “Menulis atau Karier di Kampus Habis?” (mailist IA-ITB, 23 Agustus 2009) yang antara lain mengupas nasib tragis para dosen peneliti di kampus Amerika Serikat yang alih profesi menjadi supir taksi, pencuci piring di restoran atau loper koran dll sementara nasib profesor di Indonesia aman-aman saja meskipun tak menulis satu pun paper di jurnal internasional bahkan “hebat” ada yang menjadi selebritas sebagai pengamat di media cetak maupun elektronik.

Arogansi Komunitas Mengancam ITB?

Tim Investigasi yang dibentuk oleh Rektor ITB memang sedang melakukan investigasi dengan waktu tugas selama satu bulan. Tetapi berbagai opini terus berkembang liar yang mengarah kepada bagaimana dengan ketiga pembimbing ITB. Karena pada banyak kasus pada hakekatnya penelitian yang dikerjakan mahasiswa adalah sebuah penelitian dosennya. Dalam kasus plagiarisme MZ pada tahun 2008 saat dia masih mahasiswa S3 atas paper DR. Siyka Zlatanova berjudul “On 3 D Topological Relationship” yang sudah dipublikasikan pada 11th International Workshop on Database and Expert System Applications, IEEE 2000; ternyata para pembimbing “terpukau” dengan cara MZ berpresentasi dan lancar menjawab pertanyaan.

Menurut saya dan rekan-rekan profesi Geodesi dan Geomatika sebenarnya ada terungkap sisi lain telah terjadi “Pelanggaran Etika Akademik” pada para pembimbing yang tidak melibatkan profesi lain yang lebih berkompeten pada salah satu substansi penelitian. Coba kita lihat ketiga pembimbing MZ semua adalah dari disiplin Teknik Elektro. Mengapa tidak ada satu pun penguji atau setidaknya peer reviewer dari disiplin Ilmu Geodesi dan Geomatika kalau “tak boleh” salah satu menjadi co-promotor? Topik seperti itu merupakan makanan empuk sehari-hari para mahasiswa S-1 Geodesi dan Geomatika ITB.

Sepintas melihat judulnya saja, jelas paper DR. Siyka Zlatanova ini “sangat berbau Geodesi dan Geomatika”. Sisi demikian nama panggilan akrab dari Siyka Zlatanova ini adalah tak asing lagi di mata para alumni Geodesi ITB seperti DR.Ir. T. Lukman Azis, DR.Ir. Bobby Dipokusumo, DR. Ishak Hanafiah Ismullah, DR.Ir. Dudung Muhally Hakim, DR.Ir. Agus Suparman, DR.Ir. Elly Rasdiani, sampai ke dosen muda DR. Ir. Deni Suwardhi. Karena mereka adalah sama-sama alumni ITC at Enschede, the Netherland. Sisi kemudian memilih kariernya menjadi dosen di Department of Geodesy, TU Delft, Belanda.

Seorang teman saya, seorang dosen Geodesi dan Geomatika ITB bahkan telah mendapat kehormatan diundang oleh Sisi pada bulan April 2005 untuk berbicara di TU Delft tentang peranan Geodesi dan Geomatika dalam mitigasi bencana Tsunami Aceh Desember 2004. Bahkan DR.Ir. Deni Suwardhi (GD ITB 1988) masih intens berkomunikasi sebagai “sparring partner” dengan Sisi, sampai kemudian seluruh alumni ITC asal ITB terkaget-kaget setelah terbongkar kasus plagiarisme oleh MZ itu.

Nasi telah jadi bubur memang. Kasus plagiarisme telah merusak reputasi ITB yang telah dengan susah payah diperjuangkan oleh para pendahulu kita. Dan sangat sulit untuk memulihkannya kembali kecuali dengan perjuangan berat para civitas academica ITB untuk selalu terus berkarya pada bidangnya masing-masing; baik untuk menghasilkan riset orisinal berkualitas tinggi maupun berbagai ide dan pemikiran serta kiprah pengabdian yang berdampak besar bagi peradaban manusia. Kini saatnya Sidang Senat Akademik ITB harus mengambil sikap jernih, tegas dengan semangat menjunjung tinggi nilai-nilai yang memandu peradaban, yang kemudian harus dijalankan oleh Rektor ITB dengan tegas pula.

Http: www.cardiyanhis.blogspot.com

Read more...

ITB Berkabung, Mawas Diri dan Bangkitlah!!!

>> Thursday, April 15, 2010

Oleh Cardiyan HIS

ITB sedang berkabung berat. Almamater sedang menangis sedih, bahkan tersedu-sedu. Sudah sepantasnya bendera setengah tiang dikerek di pintu gerbang kampus Ganesha. Mengapa? Karena hanya ulah plagiarisme salah seorang alumnus S-2 dan S-3 Teknik Elektro ITB, Mochamad Zuliansyah, telah mencederai nilai-nilai kejujuran dan integritas, yang sepanjang 90 tahun telah menjadi kebajikan umum di ITB.

Bagaimana tidak terpukul harga diri civitas academica ITB, karena untuk bisa bergabung menjadi “ITB Club” harus lolos seleksi masuk ITB yang sangat-sangat ketat sepanjang sejarah seleksi masuk PTN di Indonesia, bahkan menjadi Selektivitas Mahasiswa yang terketat dan terbaik se Asia Pasifik versi AsiaWeek (Cesar Bacani, “Time of Ferment”, Hong Kong, June 30, 2000). Ujian seleksi masuk ITB yang jujur menjadi suatu lembaga yang tak tersentuhkan, yang “sakral”. Plus ratusan ujian otak dan mental yang mengiringinya kemudian sepanjang kuliah di ITB merupakan kebanggaan yang tak bisa dipertukarkan dengan uang berapa pun nilainya.

Para alumni S-1 Teknik Elektro ITB yang paling terpukul harga dirinya mungkin masih sedikit “terhibur” bahwa MZ, BUKAN alumnus S-1 Teknik Elektro ITB karena dia lulusan S-1 sebuah sekolah tinggi di daerah Bandung Selatan. Tetapi adalah fakta dia telah lulus S-2 bahkan S-3 Teknik Elektro ITB yang kini bernama Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB. Jadi para dosen S-2 dan S-3 ITB tidak bisa cuci tangan begitu saja terhadap siapa pun dan dari perguruan tinggi mana pun mahasiswa S-2 dan S-3 itu berasal.

Bahwa MZ melakukan plagiarismenya semasa masih menjadi mahasiswa S-3 STEI ITB tetap adalah fakta civitas academica ITB telah dicemari. Penulis “beruntung” yang pertama kali menerima email pribadi MZ yakni Kamis, 15 April 2010 jam 19.54 dan belakangan pada jam 20.41 ia juga mengirim ke mailist Ikatan Alumni ITB serta terakhir ke detik.com jam 21.54. MZ telah mengakui sepenuhnya atas tindakan plagiarisme atas karya orang lain yakni Siyka Zlatanova berjudul “On 3D Topological Relationships”, yang sudah dipublikasikan dalam 11th International Workshop on Database and Expert System Applications, IEEE terbitan tahun 2000.

Ya, MZ telah mengakui dosanya. Yang terpenting kasus ini hendaknya menjadi yang pertama dan terakhir dalam perjalanan ITB. Seperti adagium terkenal Perancis; “Noblesse Oblige”, civitas academica ITB jangan hanya menikmati semua kebaikan saja, keuntungan saja, bahkan “teraihnya kekuasaan saja” atas nama besar ITB; tetapi juga harus siap dan berjiwa besar dalam memikul tanggungjawab sesulit apa pun terhadap rakyat Indonesia yang telah melahirkannya. Kita harus siap menerima cobaan seberat apa pun.

Civitas academica ITB harus melakukan mawas diri. Kita boleh bersedih atas musibah ini tetapi jangan terus-terusan larut pula dalam kesedihan. Dalam forum IEEE yang memang sangat prestisius masih banyak alumni muda (asli) S-1Teknik Elektro ITB yang menerbitkan karya-karya “Advanced Research” antara lain Khoirul Anwar (JAIST, Japan), Anak Agung Julius (Rensselaer Politechnic Institute, USA), Stephen Prajna (California Institute of Technology at Pasadena, CA, USA), Hendra Nurdin (ANU at Canberra, Australia), Dina Shona Laila (Imperial College London) dan tentu saja dari kalangan dosen muda Teknik Elektro ITB seperti Pekik Dahono.

Para dosen ITB yang sedikitnya 800 bergelar PhD dari berbagai “World Class Universities” dari seluruh populasi 1.025 dosen, sejak dini harus memiliki mindset dalam menangani mahasiswa adalah sebagai bagian dari proses pendidikan, bukan hanya proses pengajaran saja. Memang ada Biaya Uang disini, begitu pula Biaya Waktu yang harus dikeluarkan oleh ITB dan para dosennya. Namun bila mindset ini diterapkan, saya yakin ITB secara mendasar, berjangka panjang dan strategis akan berhasil menaikkan nilai tambah atas masukan mahasiswa S-1 ITB yang telah sangat baik ini, menjadi lulusan yang secara akademis cemerlang juga memiliki jiwa dan karakter kuat dalam mengusung panji-panji kebenaran; memiliki komitmen dan tanggungjawab tinggi terhadap Bangsa Indonesia; memiliki kepekaan tinggi terhadap problema yang dirasakan Rakyat Indonesia yang telah melahirkannya.

Tetapi apakah ITB telah memiliki banyak dosen yang demikian? Profesor Djoko Soeharto yang khusus mengundang saya ke kantornya di Majelis Wali Amanah ITB ketika lagi ramai-ramainya proses pemilihan Rektor ITB, terus terang mengakui bahwa untuk menerapkan itu: “Kan harus tersedia dosen yang memiliki mindset itu”. Jadi kesimpulannya; ITB masih harus secara terus menerus mengupayakannya. Rektor ITB, Prof.DR. Akhmaloka sendiri kepada detik.com mengakui para dosen ITB hendaknya lebih care dalam membimbing para mahasiswanya; sehingga tidak akan pernah kejadian mahasiswa S-3 ITB melakukan plagiarisme.

Ya komitmen ini harus terus diupayakan dengan kesabaran tinggi, sehingga misalnya tidak akan pernah ada lagi dosen ITB yang tengah berkuasa petantang-petenteng dengan jabatannya “sangat keras” terhadap kegiatan mahasiswa telah ditinju oleh seorang “dosen gaul” yang membela mahasiswa. Saya sangat yakin upaya yang lain-lain meskipun penting tetapi hanya bersifat teknis.

Link yang bisa diakses:
http://www.detiknews.com/read/2010/04/15/215436/1339334/10/zuliansyah-akui-berbuat-curang
http://www.detiknews.com/read/2010/04/16/001841/1339353/10/itb-bentuk-tim-untuk-telusuri-disertasi-zuliansya
http://www.detiknews.com/read/2010/04/15/221028/1339340/10/zuliansyah-diblacklist-ieee-tiga-pembimbingnya-tidak
http://www.detiknews.com/read/2010/04/15/204042/1339319/10/plagiarisme-dilakukan-zuliansyah-saat-berstatus-mahasiswa-s3
http://ia-itb.blogspot.com
http://cardiyanhis.blogspot.com

Read more...

Mari Kita Benahi Bersama, “Public Relations” ITB yang Memprihatinkan!

>> Tuesday, October 13, 2009

Oleh Cardiyan HIS

Lebih sering berita buruk yang muncul ke media massa tentang ITB. Mulai dari pencetak joki, penyiksa mahasiswa baru, pabrik narsisus sampai ranking ITB yang melorot versi The Times (UK) 2009 ini. Padahal bila ITB pintar main “PR” sudah sepatutnya mengangkat sisi lain keberhasilan ITB nomor 80 di dunia untuk “Technology Area” yang paling prestisius, satu-satunya PTN Indonesia yang masuk 100 Besar Dunia; sedangkan UI hanya terduduk lesu di ranking 198 dan UGM terpojok di sudut 233. Namun bukan soal sekedar ranking, tetapi bagaimana ITB menjadi lebih ramah dalam menghela bangsanya menjadi kontributor bagi peradaban dunia.



Kampus UI dan UGM sedang berbunga-bunga. Maklum ranking UI dan UGM tahun 2009 versi The Times Higher Education Supplement-QS World University Ranking (UK); meningkat tajam. UI ranking 201 dari sebelumnya 287 (untuk overall score) dan UGM ranking 250 dari sebelumnya 316. Sementara ITB menurun menjadi 351 dari sebelumnya 315.


Kok ITB adem ayem saja dibandingkan dengan UI dan UGM? Lihat bagaimana Rektor UI dan UGM beserta semua civitas academicanya sedang senang-senangnya; tebar pesona ke sana kemari; menyebar-luaskan berita gembira pencapaian kampusnya ke segala penjuru angin untuk sebesar-besarnya manfaat bagi kampus mereka. Public relations (PR) UI dan UGM yang memang memiliki jurusan Komunikasi ini memang luar biasa, muka yang sedikit jerawatan pun bisa di-make-up menjadi sangat kinclong. Apalagi ada pengakuan dari pemeringkat universitas dunia The Times asal Inggris, wah sudah terbayangkan cantiknya UI dan UGM ini. Walaupun di kalangan masyarakat ilmiah Indonesia yang kritis, tahu benar kemampuan UI dan UGM yang sesungguhnya. Namun fakta itu untuk saat ini, jangan sekali-sekali diungkapkan ke media massa umum, karena UI dan UGM akan sangat terusik keras seperti kemarahan induk kucing manakala anak yang baru dilahirkannya diganggu manusia. Biarkan mereka menikmati kemenangannya, sepuas-puasnya. Tidak salah tokh?


ITB memang adem ayem saja kalau tak boleh dibilang menanggapinya dengan sangat “cool” soal ranking-rankingan universitas kelas dunia ini, tentu ada sebabnya. Pertama, sekarang ITB sedang sibuk dan fokus kepada hajatan pemilihan calon Rektor ITB 2009-2014. Kedua, tak ada yang perlu dicemaskan oleh ITB soal ranking ITB yang melorot dari 315 ke 351 untuk “overall score”. Lho ITB ‘kan institut teknologi yang dari segi “size” (ukuran) pun tak mungkin dibanding-bandingkan dengan yang namanya universitas yang sangat besar, yang memiliki semua fakultas di dalamnya. Lagi pula ITB ‘kan malah NAIK dari ranking 90 menjadi ranking 80 untuk “Technology Area”; malah menang telak dari UI yang ranking 198 apalagi dengan UGM yang ranking 233. Kemudian ITB yang ranking 153 untuk “Natural Sciences Area” menewaskan UGM di ranking 198 dan memojokkan UI terduduk lesu di ranking 242. Bahkan untuk “Life Sciences & Biomedicine Area” ITB yang tak memiliki Fakultas Kedokteran pun (hanya Sekolah Farmasi dan Sekolah Ilmu Teknologi Hayati) mendapat ranking lumayan di urutan 264 meski tentu saja kalah sama UGM di ranking 103, UI ranking 126 dan Unair ranking 224.


ITB adem ayem saja. Tanya kenapa? Ya karena ITB tetap superior di bidangnya sebagai sebuah institusi teknologi terbaik di Indonesia, eh malah untuk “Technology Area” ini mengalahkan banyak universiti papan atas Amerika Serikat seperti University of Chicago, University of Wisconsin at Urbana Champaign, Northwestern University, University of Southern California, Noth Carolina University, University of California at Davis, University of California at Irvine, Rice University, Brown University, University of Washington, University of Pennsylvania, Pennsylvania State University, Duke University, Boston University dan banyak lagi. Undang saja “public relations” kelas dunia untuk promosi ITB agar semakin banyak bule-bule ini sekolah di ITB, yang uang kuliahnya “murah banget”.


BENAHI PUBLIC RELATIONS ITB

Penulis sangat beruntung mendapat kehormatan menjadi salah seorang panelis unsur alumni ITB pada acara “Inter Aksi Calon Rektor ITB dengan Masyarakat” di Aula Barat ITB, 10 Oktober 2009 ybl. Pada acara tersebut penulis menilai bahwa ITB memang harus belajar banyak sama UI dan UGM dan juga tetangga terdekatnya Universitas Padjadjaran (Unpad), untuk soal “Public Relations” atau disingkat “PR” ini.


Penulis ungkapkan kekecewaan bagaimana ITB yang untuk pertama kalinya meluncurkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di Hotel Hilton Jakarta pada tahun 2001 ternyata di website: www.itb.ac.id tak pernah meng-update pencapaian HAKI-nya yang mencapai 100 buah paten, terdiri dari 5 paten telah berhasil dikomersialisasi, 30 paten siap lisensi dan ini belum termasuk belasan hak cipta setelah 8 tahun yang lalu!!!. Lebih kaget lagi, setelah saya membaca data SCOPUS yang menjadi acuan tentang data jumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional, jumlah web dan jumlah paten. Tanya kenapa? Data paten ITB ternyata tertulis di Scopus sebagai 0 (diulang: nol !!!). Sedangkan UI yang mengupdate terus web-nya mencatatkan paten sebanyak 22, UGM 5 serta LIPI 2 paten. ITB memang berhasil mencetak 1.200 publikasi ilmiah di jurnal internasional terbanyak di Indonesia, UI hanya 1.186, UGM 742, LIPI 527 dan IPB 518. Begitu pula ITB paling banyak memiliki Web yakni 10 dibanding UI 3 web, UGM 2 web dan LIPI 2 web.


Sayang sekali dong, pencapaian ITB yang begitu bagus soal HAKI dan publikasi ilmiah di jurnal kelas dunia ternyata oleh pihak ITB sendiri tidak dirawat secara sepatutnya. “Cepat benahi, jangan-jangan diambil Malaysia”, kata seorang alumnus FK UI yang dokter sangat senior di jaman Menteri Kesehatan RI Soewardjono Suryaningrat, sambil ketawa. Bagaimana ada investor kelas dunia yang mau membeli hasil invensi ITB kalau mengakses ke website ITB saja disuguhi data yang super kadaluarsa. Apalagi kalau tim Scopus atau tim pemeringkat universitas dunia The Time mau masuk ke wesite ITB, mereka akan bilang “ITB is very very KACIAN BANGET”. Ya ITB, sama saja tidak menghargai pencapaian sangat susah payah para dosen penelitinya yang merupakan kekuatan utama dari ITB dalam arti sesungguhnya; disamping mendapatkan masukan mahasiswa-mahasiswa baru ITB terbaik dari tahun ke tahun yang diakui oleh dunia internasional sebagai selektivitas mahasiswa terbaik di Asia Pasifik versi majalah “AsiaWeek” tahun 2000.


Penulis ungkapkan pula bagaimana ITB tak memiliki konsep dalam mengembangkan mahasiswa-mahasiswa yang bertalenta sangat baik ini menjadi lulusan-lulusan ITB yang berkarakter kuat, berjiwa nasionalis, bermental tangguh dalam mengarungi perjalanannya setelah lulus dari ITB. Kenapa? Karena ITB tetap menganggap bahwa mengembangkan karakter mahasiswa adalah sebuah “cost center”, sebuah “wasting time”, buang-buang waktu saja dan tidak menganggapnya sebagai “human investment” yang memang “long term” sifatnya. Tak mengherankan bila hasilnya sekarang sudah menggejala, bagaimana mahasiswa ITB banyak yang menjadi pelaku kriminal menjadi joki seleksi masuk PTN; banyak lulusan dan dosen narsisus yang mengidap gejala penyakit yang berbau meta fisika tetapi tak mampu berbuat apa-apa bagi lingkungannya dan perilaku buruk lainnya.


Tetapi kalau ITB berhasil mengubah mind-set untuk bersedia mengembangkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pendidikan, maka insya Allah pada puluhan tahun mendatang akan terlahir manusia-manusia ITB yang berkarakter kuat dan berhasil pada bidangnya masing-masing berkelas dunia. Akan banyak manusia ITB yang menjadi “World Class Genuine Entrepreneur”, yang bukan saja hebat dalam skala usahanya tetapi yang terpenting menjalankan bisnisnya dengan cara-cara yang bermartabat. Akan banyak manusia ITB yang menjadi “World Class Stateman” yang berjiwa negarawan. Akan banyak dosen peneliti ITB yang menjadi “World Class Researcher” yang akan mengubah dunia menikmati peradabannya yang damai dengan berbasis ilmu-teknologi.

Read more...

ITB Nomor 80, Dijepit Raksasa-raksasa Universitas Dunia

>> Friday, October 9, 2009

Oleh Cardiyan HIS


Kalau penilaian dilakukan secara "apple to apple", ITB terbukti mampu menjadi institut teknologi kelas dunia. Satu-satunya perguruan tinggi dari Indonesia yang masuk 100 Besar Dunia. Dan tentu saja ITB jauh di atas UI dan UGM untuk bidang Teknologi dan Ilmu-ilmu Kebumian. Namun universitas-universitas besar lebih diuntungkan dalam total skor karena diadu dengan institut teknologi yang tidak memiliki fakultas kedokteran, fakultas ilmu-ilmu sosial dan fakultas ilmu-ilmu kemanusiaan.



The Time Higher Education (UK) kembali merilis ranking universitas di dunia. Untuk tahun 2009 ini, dalam total skor ("overall score") ITB kalah jauh dari UI dan UGM. ITB menduduki ranking 351, sementara UI ranking 201 dan UGM ranking 250. Namun bila penilaian dilakukan "apple to apple", karena akan menghasilkan penilaian yang lebih diskriminatif dan lebih mendalam, misalnya untuk bidang Teknologi; ITB nomor 80 (tahun 2008 adalah nomor 90), jelas jauh di atas UI nomor 198 dan UGM nomor 233. Setidaknya ITB akan unggul untuk bidang-bidang yang dimilikinya.

ITB sebagai perguruan tinggi yang sangat spesifik sains dan teknologi, memang akan mengalami kendala sistemik dalam pemeringkatan kalau selalu dibandingkan dengan universitas-universitas seperti UI, UGM dari Indonesia dan universitas-universitas besar lainnya di dunia. Universitas-universitas memiliki "size" (ukuran) yang jauh lebih besar; memiliki fakultas yang lebih banyak; mahasiswa yang lebih banyak, dosen yang lebih banyak (ITB hanya memiliki 1.025 dosen, dimana 775 di antaranya bergelar PhD, sementara UI dan UGM masing-masing memiliki lebih dari 3.500 dosen di mana masing-masing UI memiliki 553 dosen bergelar PhD dan UGM memiliki 625 dosen bergelar PhD). Sedangkan alumni UI dan UGM masing-masing memiliki lebih dari 250.000 alumni, sementara ITB kurang dari 50.000.

Sedangkan bila penilaian dilakukan "apple to apple", ITB akan bisa bersaing bila disandingkan dengan universitas-universitas kelas dunia sekalipun. Tentu saja ITB maksimal hanya akan unggul di bidang-bidang yang terbatas dimilikinya, yang memang menjadi bidang spesifiknya seperti versi Time Higher Education QS (UK) (Lihat: Ranking per Bidang Studi). Namun dilihat dari aspek penilaian berdasarkan kualitas akademis, civitas akademica ITB boleh bangga. Tanya kenapa? Karena ITB unggul dalam penilaian 9.386 "Peer Reviewer" dari berbagai kampus di belahan dunia. Di sini sebetulnya penilaian paling fair tentang kualitas relatif suatu PT (Perguruan Tinggi) dibandingkan dengan PT lainnya. Hal ini seperti dikatakan oleh mantan Rektor Imperial College London (UK), Sir Richard Sykes: “Peer Review is an effective way to evaluate universities. It takes smart people to recognize smart people”.

Sayang juga sebenarnya, ternyata Time HE QS (UK) tidak konsisten dalam menerapkan pengertian Citation Index. Sehingga merugikan ITB dan institut teknologi lainnya dan sangat menguntungkan universitas-universitas besar. Cara penghitungan mereka Cited Article dan Time Cited Article dijumlahkan begitu saja tidak dibagi dengan jumlah populasi dosen. Mereka tidak membuat dalam bentuk "Citation Index" yang akan lebih mencerminkan kinerja dosen sebuah PT karena jumlah karya dan jumlah kutipannya dibagi jumlah populasi dosen.

Padahal disamping ada penilaian "Academic Peer Review" (bobot 40%) juga ada penilaian lainnya. Yakni kriteria "Employer Review" (10%), "Faculty Student Ratio" (20%), "Citation per Faculty"(20%), "International Faculty" (5%), "International Students" (5%). Otomatis ITB dan institut sejenis dirugikan dua kali. Pertama, oleh kriteria lemah The Time HE (UK) dalam penerapan Citation Index. Kedua, ITB dan institut sejenis tidak memperoleh skor sama sekali karena memang tidak memiliki fakultas-fakultas kedokteran dan ilmu hayati, fakultas ilmu-ilmu sosial dan fakultas ilmu-ilmu kemanusiaan. Sehingga jelas ini akan berpengaruh dalam penjumlahan skor keseluruhan ("Overall score"). Itulah sebetulnya kalau mau ditelusuri lebih jauh mengapa UI dan UGM serta universitas-universitas besar lainnya sangat diuntungkan dengan fakta ini.

Coba kita lihat perbandingan dimana masing-masing PT di Indonesia unggul berdasarkan masing-masing bidangnya versi Time Higher Education QS (UK) untuk tahun 2009:

BIDANG STUDI: TECHNOLOGY

80 BANDUNG Institute of Technology (ITB)
INDONESIA
81= Technical University of DENMARK
Denmark
81= POHANG University of Science And Technol...
Korea, South

83 University of Wisconsin-madison
United States

84= Ecole Normale Superieure, PARIS
France

84= National TSING HUA University
Taiwan
86 FUDAN University
China
87= University of PENNSYLVANIA
United States

87= University of CALGARY
Canada

89= University of STUTTGART
Germany

89= Mcmaster University
Canada

91 The HONG KONG Polytechnic University
Hong Kong

92 City University of Hong Kong
Hong Kong

93 University of BIRMINGHAM
United Kingdom

94 HELSINKI University of Technology (TKK)
Finland

95 PENNSYLVANIA STATE University
United States

96 University of WASHINGTON
United States

97 Rmit University
Australia

98= University of BRISTOL
United Kingdom

98= BROWN University
United States

98= NAGOYA University
Japan

101 University of MARYLAND, College Park
United States

102 National Technical University of ATHENS
Greece
103 University of TWENTE
Netherlands

104= WASEDA University
Japan

104= QUEENSLAND University of Technology
Australia

106 NORTHWESTERN University
United States

107 University of SOUTHERN CALIFORNIA
United States

108= ISTANBUL Technical University
Turkey
108= ZHEJIANG University
China
110= University of CANTERBURY
New Zealand

110= TEL AVIV University
Israel
112 University of TEHRAN
Iran
113= Politecnico Di TORINO
Italy

113= University of LEEDS
United Kingdom

113= University of CHICAGO
United States

116 University Pierre and Marie Curie - PARI...
France

117 Université De Montréal
Canada

118 University of SHEFFIELD
United Kingdom

119 Technische Universität DARMSTADT
Germany

120 University of CALIFORNIA, Davis
United States

121 Sapienza University of Rome
Italy

122= TRINITY College Dublin
Ireland
122= LUND University
Sweden

124 Catholic University of LOUVAIN (UCL)
Belgium

125 University of NOTTINGHAM
United Kingdom

126 University of AMSTERDAM
Netherlands

127 University of ADELAIDE
Australia

128 University of São Paulo
Brazil
129= University of Technology, SYDNEY
Australia

129= BILKENT University
Turkey
131 University of WESTERN AUSTRALIA
Australia

132 Université Joseph-fourier, GRENOBLE I
France

133 University of GHENT
Belgium

134= University of BOLOGNA
Italy

134= Federal University of Rio De Janeiro
Brazil
136= RICE University
United States

136= QUEEN'S University
Canada

138 DUKE University
United States

139= University of CALIFORNIA, Irvine
United States

139= BOSTON University
United States

139= YONSEI University
Korea, South

139= NORWEGIAN University of Science And Tech...
Norway

143= LOMONOSOV MOSCOW State University
Russia
143= National TAIWAN University of Science An...
Taiwan
145= University of MINNESOTA
United States

145= SHARIF University of Technology
Iran
147 University of BARCELONA
Spain

148 OHIO STATE University
United States

149= ARIZONA STATE University
United States

149= SIMON FRASER University
Canada

149= University of WARWICK
United Kingdom

152= University of GLASGOW
United Kingdom

152= KING'S College London
United Kingdom

154 University of TSUKUBA
Japan

155= University of CAMPINAS (unicamp)
Brazil
155= KOREA University
Korea, South

155= University of PISA
Italy

155= University of MASSACHUSETTS, Amherst
United States

159 NANJING University
China
160= National CHENG KUNG University
Taiwan
160= National Autonomous University of Mexico...
Mexico
162= UPPSALA University
Sweden

162= Hebrew University of JERUSALEM
Israel
164= LINKOPING University
Sweden

164= University of ARIZONA
United States

166= Indian Institute of Technology Guwahati ...
India
166= National CHIAO TUNG University
Taiwan
168 UTRECHT University
Netherlands

169 WARSAW University of Technology
Poland
170 University of HELSINKI
Finland

171= CZECH TECHNICAL University In Prague
Czech Republic
171= University of Colorado At BOULDER
United States

171= CRANFIELD University
United Kingdom

171= University of OTTAWA
Canada

175 CASE WESTERN RESERVE University
United States

176 KYUSHU University
Japan

177 XI'AN JIAOTONG University
China
178 University of BATH
United Kingdom

179= Universidad Politecnica De VALENCIA
Spain

179= Indian Institute of Technology Roorkee (...
India
179= TONGJI University
China
182= University College DUBLIN
Ireland
182= TOKYO University of Science (tus)
Japan

182= AARHUS University
Denmark
182= University of OSLO
Norway

186= KOBE University
Japan

186= Ecole Nationale Des Ponts Et Chaussees
France

188= VU University AMSTERDAM
Netherlands

188= University of VIENNA
Austria
188= University of FLORIDA
United States

191= KEIO University
Japan

191= University of NEWCASTLE
Australia

193= University of LIVERPOOL
United Kingdom

193= CAIRO University
Egypt
195= Saint-petersburg State University
Russia
195= Technische Universität DRESDEN
Germany

195= CURTIN University of Technology
Australia

198= RUTGERS, The State University of New Jer...
United States

198= University of INDONESIA
INDONESIA
198= University of YORK
United Kingdom

201= Tecnologico De MONTERREY At MONTERREY (i...
Mexico
201= University of MALAYA (UM)
Malaysia

201= Free University of Brussels
Belgium

204= Universidad De CHILE
Chile
204= University of ZURICH
Switzerland

206 LOUGHBOROUGH University
United Kingdom

207= University of WOLLONGONG
Australia

207= BEN GURION University of The Negev
Israel
209 KING FAHD University of Petroleum & Mine...
Kingdom of Saudi Arabia
210= University of STRATHCLYDE
United Kingdom

210= University of BUENOS AIRES
Argentina
210= The University of WESTERN ONTARIO
Canada

213= University of Toulouse Iii Paul Sabatier...
France

213= ILLINOIS Institute of Technology
United States

215 Autonomous University of BARCELONA
Spain

216 CARDIFF University
United Kingdom

217 University of CAPE TOWN
South Africa
218 University of PITTSBURGH
United States

219= Aristotle University of THESSALONIKI
Greece
219= University of NORTH CAROLINA, Chapel Hil...
United States

219= CONCORDIA University
Canada

222= IOWA STATE University
United States

222= University of SURREY
United Kingdom

222= LAVAL University
Canada

225 Free University of BERLIN
Germany

226 University of DELAWARE
United States

227= University of DELHI
India
227= MICHIGAN STATE University
United States

227= KING SAUD University
Kingdom of Saudi Arabia
230= PUSAN National University
Korea, South

230= University of COIMBRA
Portugal

230= Universität HAMBURG
Germany

233= NORTH CAROLINA STATE University
United States

233= HOKKAIDO University
Japan

233= Universitas GADJAH MADA
INDONESIA




BIDANG STUDI: NATURAL SCIENCES

153 BANDUNG Institute of Technology (itb)
INDONESIA
154 NOVOSIBIRSK STATE University
Russia
155 University of KARLSRUHE
Germany

156 EINDHOVEN University of Technology
Netherlands

157= RICE University
United States

157= Université Paris SORBONNE (paris Iv)
France

157= YONSEI University
Korea, South

160 University of CAMPINAS (unicamp)
Brazil
161 University of FLORIDA
United States

162 University of BIRMINGHAM
United Kingdom

163 University of WESTERN AUSTRALIA
Australia

164 University of Colorado At BOULDER
United States

165 QUEEN'S University
Canada

166 University of GHENT
Belgium

167 TOKYO University of Science (tus)
Japan

168= Università Degli Studi Di ROMA Tor Verg...
Italy

168= Universität HAMBURG
Germany

170 University of NORTH CAROLINA, Chapel Hil...
United States

171= University of ARIZONA
United States

171= University of BASEL
Switzerland

171= University of LEEDS
United Kingdom

174 University of MINNESOTA
United States

175 Politecnico Di MILANO
Italy

176 University of The PHILIPPINES
Philippines
177 Indian Institute of Technology Madras (i...
India
178 Johannes Gutenberg Universität MAINZ
Germany

179= University of CALGARY
Canada

179= University of CALIFORNIA, Irvine
United States

179= SIMON FRASER University
Canada

179= University of CAPE TOWN
South Africa
183= ZHEJIANG University
China
183= University of TEHRAN
Iran
183= University of Fribourg
Germany

186 Universitat De VALENCIA
Spain

187 HELSINKI University of Technology (TKK)
Finland

188 University of NOTTINGHAM
United Kingdom

189= University of DELHI
India
189= QUEENSLAND University of Technology
Australia

191= QUEEN MARY, University of London
United Kingdom

191= KOREA University
Korea, South

193= University of Toulouse Iii Paul Sabatier...
France

193= MICHIGAN STATE University
United States

195= University of GRONINGEN
Netherlands

195= University of STUTTGART
Germany

197 University of TRIESTE
Italy

198= EÖtvÖs LorÁnd University
Hungary
198= Universitas GADJAH MADA
INDONESIA
200 DALHOUSIE University
Canada

201= Universität BIELEFELD
Germany

201= VU University AMSTERDAM
Netherlands

203 University College DUBLIN
Ireland
204= University of TWENTE
Netherlands

204= Eberhard Karls University Tuebingen
Germany

206 University of OTAGO
New Zealand

207 Technical University of DENMARK
Denmark
208 University of OTTAWA
Canada

209 University of BUENOS AIRES
Argentina
210= University of CALCUTTA
India
210= University of SHEFFIELD
United Kingdom

212= University Montpellier 2 - Sciences And ...
France

212= Universidad De CHILE
Chile
212= City University of Hong Kong
Hong Kong

212= University of TRENTO
Italy

216 University of LIVERPOOL
United Kingdom

217 BEN GURION University of The Negev
Israel
218= University of CANTERBURY
New Zealand

218= University of GOTHENBURG
Sweden

220 University of BATH
United Kingdom

221= ISTANBUL Technical University
Turkey
221= Universität LEIPZIG
Germany

223= Karl-franzens-universitaet GRAZ
Austria
223= University College CORK
Ireland
223= WAGENINGEN University
Netherlands

223= University of KARACHI
Pakistan
227= Johannes Kepler University LINZ
Austria
227= KEIO University
Japan

229= Indian Institute of Technology KANPUR (i...
India
229= University of ST ANDREWS
United Kingdom

231= Universidad De SANTIAGO De Chile
Chile
231= University of BERGEN
Norway

231= Universität FRANKFURT Am Main
Germany

234= Universiti Sains Malaysia (usm)
Malaysia

234= KOBE University
Japan

236= University of Jyväskylä
Finland

236= FLORIDA STATE University
United States

236= University of ABERDEEN
United Kingdom

239= University of YORK
United Kingdom

239= Technische Universität DARMSTADT
Germany

239= University of COIMBRA
Portugal

242= ARIZONA STATE University
United States

242= University of INDONESIA
INDONESIA




BIDANG STUDI: BIOMEDICINE & LIFE SCIENCES

103 Universitas GADJAH MADA
INDONESIA
104= YONSEI University
Korea, South

104= KOREA University
Korea, South

106 TEL AVIV University
Israel
107= University of BARCELONA
Spain

107= EMORY University
United States

107= University of CALIFORNIA, Irvine
United States

110= University of VIENNA
Austria
110= VU University AMSTERDAM
Netherlands

112 University of OSLO
Norway

113 University of GHENT
Belgium

114= SHANGHAI JIAO TONG University
China
114= Universiti Sains Malaysia (usm)
Malaysia

114= University of WATERLOO
Canada

117 University of BASEL
Switzerland

118 DALHOUSIE University
Canada

119= CARDIFF University
United Kingdom

119= University of CAPE TOWN
South Africa
121 HUMBOLDT University of Berlin
Germany

122 University of ABERDEEN
United Kingdom

123 University of DUNDEE
United Kingdom

124 University of LEEDS
United Kingdom

125 Ecole Normale Superieure, PARIS
France

126 University of INDONESIA
INDONESIA
127 Technical University of MUNICH
Germany

128= TOKYO Institute of Technology
Japan

128= MAASTRICHT University
Netherlands

130= POHANG University of Science And Technol...
Korea, South

130= KEIO University
Japan

132= University of MALAYA (UM)
Malaysia

132= NAGOYA University
Japan

132= ERASMUS University Rotterdam
Netherlands

135= WASEDA University
Japan

135= CASE WESTERN RESERVE University
United States

137 Free University of BERLIN
Germany

138= Federal University of Rio De Janeiro
Brazil
138= University of Göttingen
Germany

138= University of SHEFFIELD
United Kingdom

141 VANDERBILT University
United States

142 University of BOLOGNA
Italy

143 TEXAS A&m University
United States

144= University of GENEVA
Switzerland

144= STOCKHOLM University
Sweden

144= Pontificia Universidad Católica De CHIL...
Chile
147 University of DELHI
India
148= University of PITTSBURGH
United States

148= MACQUARIE University
Australia

150 KOBE University
Japan

151 KYUSHU University
Japan

152= Indian Institute of Technology Delhi (II...
India
152= University of NEWCASTLE
Australia

154= TECHNION - Israel Institute of Technolog...
Israel
154= University of MARYLAND, College Park
United States

154= University of WARWICK
United Kingdom

154= PUSAN National University
Korea, South

158= QUEENSLAND University of Technology
Australia

158= University of ROCHESTER
United States

158= Universidad De SANTIAGO De Chile
Chile
158= University of IOWA
United States

162 GEORGETOWN University
United States

163= ZHEJIANG University
China
163= Umeå University
Sweden

165= INDIANA University Bloomington
United States

165= Université Joseph-fourier, GRENOBLE I
France

167 HOKKAIDO University
Japan

168= University of YORK
United Kingdom

168= University of LIVERPOOL
United Kingdom

168= QUEEN MARY, University of London
United Kingdom

171= University of CALIFORNIA, Santa Cruz
United States

171= University of The PHILIPPINES
Philippines
173= Universität LEIPZIG
Germany

173= TOKYO University of Science (tus)
Japan

175 QUEEN'S University
Canada

176= University Complutense MADRID
Spain

176= OHIO STATE University
United States

178= University of GRONINGEN
Netherlands

178= NEWCASTLE University
United Kingdom

180= BEN GURION University of The Negev
Israel
180= Catholic University of LOUVAIN (UCL)
Belgium

182 University College DUBLIN
Ireland
183 LA TROBE University
Australia

184 University of VIRGINIA
United States

185 National TAIWAN University of Science An...
Taiwan
186 ATENEO De Manila University
Philippines
187 LOMONOSOV MOSCOW State University
Russia
188= SIMON FRASER University
Canada

188= University of SOUTHAMPTON
United Kingdom

188= Technical University of BERLIN
Germany

191= University of PADUA
Italy

191= DARTMOUTH College
United States

191= University of OTTAWA
Canada

194= Indian Institute of Technology Bombay (I...
India
194= University of SOUTHERN CALIFORNIA
United States

196 University of Colorado At BOULDER
United States

197 GEORGE WASHINGTON University
United States

198 TUFTS University
United States

199 University of CALIFORNIA, Riverside
United States

200= CHIBA University
Japan

200= University of ARIZONA
United States

200= University of TSUKUBA
Japan

200= Université Du QUéBEC
Canada

204= Aristotle University of THESSALONIKI
Greece
204= University Montpellier 2 - Sciences And ...
France

206 Saint-petersburg State University
Russia
208= STONY BROOK University, State University...
United States

208= Queen's University of BELFAST
United Kingdom

208= CAIRO University
Egypt
211= PENNSYLVANIA STATE University
United States

211= University of FLORIDA
United States

211= TIANJIN University
China
211= Université PARIS V Descartes
France

215 Autonomous University of MADRID
Spain

216= TOHOKU University
Japan

216= University of TURKU
Finland

218= MICHIGAN STATE University
United States

218= LOUGHBOROUGH University
United Kingdom

220= University of CINCINNATI
United States

220= University of LAUSANNE
Switzerland

220= JAWAHARLAL NEHRU University
India
223 BAYLOR University
United States

224= AIRLANGGA University
INDONESIA
224= University of ALABAMA
United States

224= City University of Hong Kong
Hong Kong

227= HANYANG University
Korea, South

227= Universität HAMBURG
Germany

229= University of ST ANDREWS
United Kingdom

229= Sapienza University of Rome
Italy

231= ARIZONA STATE University
United States

231= University of ANTWERP
Belgium

231= SOUTHEAST University
China
235= Rmit University
Australia

235= University of GEORGIA
United States

237= RUTGERS, The State University of New Jer...
United States

237= University of MASSACHUSETTS, Amherst
United States

237= RICE University
United States

237= CHIANG MAI University
Thailand
241= University of CALCUTTA
India
241= Radboud University NIJMEGEN
Netherlands

241= National TSING HUA University
Taiwan
241= FLINDERS University
Australia

245= Universiti Teknologi Malaysia (utm)
Malaysia

245= DURHAM University
United Kingdom

245= Autonomous University of BARCELONA
Spain

245= TONGJI University
China
249 University of PISA
Italy

250= National University of Ireland, GALWAY
Ireland
250= Paris-Sud XI University
France

252= Universidade Estadual PAULISTA
Brazil
252= FLORIDA STATE University
United States

252= National SUN YAT-SEN University
Taiwan
252= Universität Köln(cologne)
Germany

256= NATIONAL CENTRAL University
Taiwan
256= University of BATH
United Kingdom

256= University of BERGEN
Norway

260= University of SUSSEX
United Kingdom

260= Technische Universität DRESDEN
Germany

260= University of CAMPINAS (unicamp)
Brazil
260= CURTIN University of Technology
Australia

264= University of OREGON
United States

264= Vrije Universiteit Brussel (vub)
Belgium

264= WAGENINGEN University
Netherlands

264= BANDUNG Institute of Technology (itb)
INDONESIA

BIDANG STUDI: ART & HUMANITIES

104 University of INDONESIA
INDONESIA
105 TEL AVIV University
Israel
106= University of BIRMINGHAM
United Kingdom

106= University of BARCELONA
Spain

108 YORK University
Canada

109= DURHAM University
United Kingdom

109= GOLDSMITHS, University of London
United Kingdom

111= Universitas GADJAH MADA
INDONESIA

BIDANG STUDI: SOCIAL SCIENCES
102= University of INDONESIA
Indonesia
104 SIMON FRASER University
Canada

105 University of WASHINGTON
United States

106 University of ZURICH
Switzerland

107= University of BERGEN
Norway

107= University of ALBERTA
Canada

109 University of ADELAIDE
Australia

110 YONSEI University
Korea, South

111 OHIO STATE University
United States

112 Soas - School of Oriental And African St...
United Kingdom

113 OSAKA University
Japan

114= DARTMOUTH College
United States

114= California Institute of Technology (calt...
United States

114= STOCKHOLM University
Sweden

114= University Complutense MADRID
Spain

118 Ecole Normale Superieure, PARIS
France

119 University of BIRMINGHAM
United Kingdom

120 University of OTAGO
New Zealand

121 NANJING University
China
122 HEC Paris School of Management
France

123= University of The PHILIPPINES
Philippines
123= City University of Hong Kong
Hong Kong

125 Universität MANNHEIM
Germany

126 MICHIGAN STATE University
United States

127 University of BRISTOL
United Kingdom

128 Universität FRANKFURT Am Main
Germany

129 University of SUSSEX
United Kingdom

130 University of NOTTINGHAM
United Kingdom

131= Free University of Brussels
Belgium

131= University of ST GALLEN (hsg)
Switzerland

133 VU University AMSTERDAM
Netherlands

134 University of MARYLAND, College Park
United States

135 University of CALIFORNIA, Irvine
United States

136 LOMONOSOV MOSCOW State University
Russia
137 University of BARCELONA
Spain

138= University of GRONINGEN
Netherlands

138= ATENEO De Manila University
Philippines
140= PURDUE University
United States

140= University of CAPE TOWN
South Africa
142 Universität Köln(cologne)
Germany

143= Sapienza University of Rome
Italy

143= ETH Zurich (Swiss Federal Institute of T...
Switzerland

143= VICTORIA University of Wellington
New Zealand

143= Autonomous University of MADRID
Spain

147= ESSEC Business School, Paris
France

147= Universitas GADJAH MADA
Indonesia


CATATAN:
1. Hanya ITB, UI dan UGM yang masuk ranking Dunia plus Unair khusus untuk fakultas kedokteran dan ilmu hayati.
2. Untuk “Social Sciences”, ITB tak memiliki fakultas ilmu-ilmu sosial.
2. Untuk “Life Sciences & Biomedicine”, ITB tak memiliki Fakultas Kedokteran, ITB hanya memiliki Sekolah Farmasi dan Sekolah Ilmu Hayati.
3. Untuk “Arts & Humanities”, ITB hanya memiliki Fakultas Seni Rupa dan Desain.
4. Sumber web: www.topuniversities .com


Kesimpulan:
Sebaiknya pemeringkatan PT di dunia dilakukan apple to apple pada bidang studi antar universitas sejenis, begitu pula apple to apple bidang studi antar institut sejenis. Ini pasti akan lebih fair. Inilah yang telah dilakukan oleh majalah “AsiaWeek” (HK) sampai tahun 2000, US News & World Report, BusinessWeek International, Newsweek (USA) sampai sekarang ini. Dan tentu saja oleh para lembaga pemeringkat PT di Amerika Serikat yang sejak awal mempeloporinya sampai sekarang.

Read more...

ITB Berjaya, ITB Prihatin

>> Sunday, July 26, 2009

Oleh Cardiyan HIS


ITB berusia tepat 50 tahun pada 2 Maret 2009. Maka peringatan kali ini bertajuk “Dies Emas ITB”. Pada saat meresmikan nama Institut Teknologi Bandung pada 2 Maret 1959, Presiden RI Ir. Soekarno, menegaskan bahwa kita tidak perlu mendirikan institut ini kecuali untuk membangun Bangsa yang Bermartabat dan Berdaulat.


“ITB” yang secara fisik sebenarnya berdiri sejak tahun 1920 dengan nama Technische Hoogeschool Bandung dan mengkhususkan diri di bidang sains, teknologi dan seni, sudah dengan sendirinya kontras di antara ratusan perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Usia ITB yang demikian panjang sudah lebih dari cukup memberinya pengalaman dan harga diri yang tinggi bagi alumni dan civitas academica yang telah mencapai lebih dari 70.000 orang. Dua orang alumninya bahkan telah menjadi Presiden Republik Indonesia Pertama yakni Ir. Soekarno dan Presiden Republik Indonesia Ketiga yakni Prof.DR (Ing)., BJ Habibie. Dan Ir. Djuanda Kartawidjaja telah menjadi Perdana Menteri RI pula dengan begitu banyak terobosan salah satu di antaranya yang paling menonjol adalah tentang konsep Zona Ekonomi Eksklusif yang kemudian membawa Wawasan Nusantara diakui dunia dalam peta hukum laut internasional. Bahkan dari “sisi jelek” sejarah kenegaraan RI, dua presiden separatis Republik Maluku Selatan (RMS) dan Negara Pasundan juga adalah alumni ITB!


Tak terhitung sudah berapa alumni ITB yang menduduki jabatan Menteri atau setingkat Menteri dalam sejarah Kabinet Republik Indonesia sejak Indonesia merdeka. “Kalau dari universitas lain itu dosennya jadi Menteri, kalau dari ITB cukup diwakili oleh ‘mahasiswanya’ saja! Sayang kalau dosennya harus meninggalkan kampus tercinta”, canda Prof.Ir. Saswinadi Sasmojo, PhD. Dalam lembaga legislatif ternyata banyak juga politikus alumni ITB yang cukup menonjol dalam membawakan aspirasi rakyat konstituennya.

Sementara di kalangan dunia usaha, para alumni ITB begitu impresif mendominasi pimpinan puncak perusahaan raksasa nasional maupun internasional, baik sebagai entrepreneur (pemilik), maupun sebagai top eksekutif profesional. Nama-nama Aburizal Bakrie, Arifin Panigoro, Ciputra, TP Rachmat, Benny Subianto, Iman Taufik untuk sekedar menyebut beberapa di antaranya adalah para entrepreneur sukses kelas dunia.


ITB sebagai PT sangat diakui di dunia internasional pada berbagai fora pemeringkatan PT dunia. Ini karena ITB memiliki tradisi akademik tinggi, yang relatif terukur baik, secara terus menerus dari tahun ke tahun. Dimulai sejak sangat kompetitifnya Selektivitas Mahasiswa ITB, yang dalam sejarah seleksi nasional UMPTN (Ujian Masuk PerguruanTinggi Negeri) atau USM (Ujian Saringan Masuk) PTN dari tahun ke tahun, para calon mahasiswa yang memilih ITB adalah 80% berada pada peringkat 1-2.500 dan 20% berada pada peringkat 2.501-12.500 dari rata-rata 450.000 peserta seleksi masuk mahasiswa. Tak mengherankan bila majalah ”AsiaWeek”, Hong Kong, pada edisi 30 Juni 2000 menempatkan ITB pada posisi nomor 1 (satu) di Asia Pasifik untuk kriteria Selektivitas Mahasiswa. Dan buahnya memang sudah mulai terpetik dengan berhasilnya para mahasiswa ITB memenangkan berbagai lomba karya ilmiah pada kejuaraan tingkat dunia yang diselenggarakan dan atau dibiayai oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia seperti Microsoft Incorporation, ‘L‘Oreal, Toyota, Sony Ericsson, Fuji Xerox, Philips, Bayer, Samsung, Hitachi, Toray.


Para dosen ITB dengan segala keterbatasan gaji yang diterima dan dana riset ITB yang sangat terbatas yakni cuma Rp. 41,9 miliar (lebih kurang US$ 4 juta) per tahun 2008, -----bandingkan dengan National University of Singapore belanja riset tahun fiskal 2007 adalah US$470,8 juta----- harus diacungi jempol pula. Karena hasil penelitian mereka berbasis paten telah mampu mencetak lebih dari 100 paten nasional dan internasional dimana 40 paten telah siap lisensi dan 15 paten telah laku dikomersialisasi. Tulisan-tulisan hasil riset para dosen ITB banyak dimuat di jurnal ilmiah bergengsi kelas dunia seperti “Nature”, “Science”, “Lancet”, “Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America”, “Earth and Planetary Science Letters”, “Physical Review”, “Advanced Materials”, “Modern Physics Letter” “Japanese Journal of Applied Physics”, “American Journal of Cardiology”, “British Journal of Haematology”, “Human Genetics”, “Molecular Biology”, “Chemical Physics”, “Planta”, “World Development”, “Habitat”, “Urban Studies”. Karena berhasil dimuat di jurnal-jurnal kelas dunia itu, maka tulisan-tulisan dosen ITB dijadikan artikel rujukan (Cited Article) oleh para peneliti kelas dunia dengan frekwensi ribuan kali (Times Cited).


Reputasi Akademik Dosen ITB itulah yang dinilai oleh 6.354 Academic Peer Reviewer di berbagai belahan dunia, telah membawa ITB ke tangga terhormat pemeringkatan PT dunia versi “The Time Higher Education QS” (Inggris) 2008 (www.topuniversities.com). ITB satu-satunya PT dari Indonesia yang masuk ”100 Terbaik Dunia” yakni pada posisi 90 pada area Teknologi (Engineering and Information Technology). Dan peringkat 143 untuk area Natural Sciences dan 210 untuk area Life Sciences and Biomedicine. Padahal seperti kata-kata mantan Rektor Imperial College London (UK), Sir Richard Sykes: “Peer Review is an effective way to evaluate universities. It takes smart people to recognize smart people” (Ibid). Academic Peer Review memang memiliki bobot kriteria penilaian tertinggi yakni 40% dibanding kriteria Employer Review (10%), Faculty Student Ratio (20%), Citation per Faculty(20%), International Faculty (5%), International Students (5%).


Sebenarnya peringkat ITB ini akan jauh lebih baik lagi kalau kriteria Citation Index diterapkan secara konsisten oleh “The Time” yakni jumlah artikel dosen yang dipublikasikan (Cited Article) dan jumlah frekwensi artikel dosen dirujuk (Times Cited) dibagi dengan jumlah populasi dosen masing-masing PT. Karena ketidak-konsistenan “The Time” ini sangat menguntungkan bagi PT-PT besar yang memiliki dosen jauh lebih banyak bahkan bisa 5 kali lebih banyak dari jumlah dosen ITB yang hanya 1.035 orang (dimana di antaranya 775 orang bergelar PhD). PT-PT besar sangat diuntungkan peringkatnya karena jumlah artikel dosen dan jumlah frekwensi artikel dirujuk dijumlahkan begitu saja. Kesalahan sistemik kriteria “The Time” ini akan selalu menghadang terus skor prestasi ITB relatif dibanding PT-PT besar.


Sejauh Mata Memandang, Sedalam Batin Mengendap


Dengan reputasi ITB sedemikian gemerlap; ibarat sejauh mata memandang. Namun ternyata peranan ITB bagi sejarah Republik Indonesia hanya “biasa-biasa saja”. Ah, ibarat sedalam batin mengendap. Bahkan diduga kuat, ITB ikut pula berperan besar dalam keterpurukan negara Indonesia tercinta ini menjadi negara penuh skandal memalukan. Sehingga Krisis Moneter yang mengawalinya telah meningkat menjadi Krisis Multi Dimensi hingga sekarang ini? (Cukuplah Kampus Mencetak Garong, HU “Pikiran Rakyat”, 5 Maret 2006).


Barangkali penilaian itu memang terlalu ekstrim. Sehingga akibat berita yang “diplintir” wartawan “Pikiran Rakyat” -----atas makalah saya di acara seminar yang diselenggarakan oleh Kabinet Mahasiswa ITB di Aula Timur ITB pada 4 Maret 2006 itu------ saya sempat “dikeroyok” oleh dosen-dosen ITB sebagai penilaian yang sangat kejam. Mungkin yang lebih “halus” atau “fair” adalah guyonan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla ketika memberikan sambutan pada Dies Emas ITB, 2 Maret 2009 ybl; “Mengapa sejarah semua menteri pertambangan dan energi selalu dipegang oleh alumni ITB tetapi produksi migas terus menurun hingga sekarang ini? Mengapa menteri-menteri perhubungan alumni ITB tak mampu mencegah kemacetan lalu-lintas luar biasa di kota-kota besar dan kecelakaan terus meningkat? Mengapa direksi PLN yang selalu didominasi alumni ITB tak berdaya mencegah pemadaman listrik?”.


Tentu, hal ini harus dijadikan bahan renungan oleh ITB dan Manusia ITB dan perlu dicarikan jalan keluarnya. Apalagi karena sudah semakin banyak suara-suara sumbang yang bernada antipati yang ditujukan kepada ITB. Baik terhadap ITB sebagai lembaga Pendidikan Tinggi maupun Manusia ITB. Terhadap ITB sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi dikeluhkan seolah-olah di Indonesia hanya ITB-lah yang paling baik.


Dan tidak kurang pimpinan PT (lain) yang menjadi tambah sulit tugasnya dalam mengatur mahasiswa di kampusnya masing-masing karena “intervensi” perilaku mahasiswa ITB. Memang, sikap para mahasiswa ITB adalah kompak dan solid sekali. Kalau dalam bahasa sosiologi istilahnya: memiliki ”ingroup feeling” kuat sekali. Kekompakan dan ”ingroup feeling” yang kuat tentu saja positip. Tetapi kalau hal itu membuat suatu kelompok terisolasi dari kelompok lain dalam masyarakat, apalagi kalau menimbulkan fanatisme dan chauvinisme sempit. Maka hal ini justru akan membahayakan kelompok itu sendiri.


Terhadap Manusia ITB (baca: alumni ITB), keluhan umum yang acap terdengar adalah sikap yang mau mendominasi orang lain. Manusia ITB memiliki kepercayaan diri yang terlalu tinggi. Bahkan cenderung “narsis”. Sehingga seringkali ”under estimate” terhadap lulusan kampus lain. Itulah “kehebatan” alumni ITB yang sungguh sangat memalukan. “Bisa merasa lebih hebat dari seorang Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, hanya karena lulus dari ITB”, tulis Irsal Imran, PhD (alumnus Teknik Sipil ITB yang kini bekerja di Amerika Serikat) di mailist Ikatan Alumni ITB. Sehingga orang yang sebetulnya punya kemampuan lebih banyak “tidak dibolehkan” oleh para alumni ITB menerima gelar Doktor Honoris Causa dari ITB. Padahal Senat Guru Besar ITB yang memiliki kompetensi dan wewenang untuk itu, melalui voting telah memberikan rekomendasi kepada Rektor ITB untuk menindak-lanjuti pemberian gelar DHC tersebut dengan segala risikonya.


Menurut guru besar psikologi UI, Sarlito Wirawan Sarwono (yang sering kali mewawancarai psikologi dalam rangka rekrutmen calon-calon staf perusahaan-perusahaan kliennya) bahkan dibandingkan dengan lulusan kampus luar negeri pun ----yang seperti Manusia ITB juga memiliki kepercayaan diri sangat tinggi. Tetapi yang lulusan PT luar negeri sering masih menunjukkan sikap ragu-ragu, yang hampir-hampir tidak terdapat pada Manusia ITB (Cardiyan HIS, ITB dan Manusia ITB untuk Indonesia Inc., Penerbit PT. Sulaksana Watinsa Indonesia, Jakarta, 1991).


Tak sedikit yang menyarankan agar ITB dan Manusia ITB dapat menjadi pendengar yang lebih baik. Apalagi ada menggejala timbulnya anakronisme pribadi mahasiswa dan atau alumni ITB yang berbau metafisika. Banyak di antara mereka yang menemukan diri terlempar ke medan kekaguman serta penghargaan masyarakat. Tetapi ternyata mereka tak mampu berbuat sesuatu sesuai dengan harapan masyarakat. Nah lho!


Mencetak Entrepreneur Berbasis Kampus


Salah satu jawaban atas pertanyaan; mengapa perkembangan PT di Singapura demikian pesat padahal pada awal tahun 1970-an NUS, Singapura dan NTU, Singapura boleh dikatakan masih sejajar dengan ITB -----karena ITB yang memiliki jumlah dosen bergelar PhD terbanyak di Asia Tenggara ketika itu juga mendidik sedikitnya 600 mahasiswa asing asal Malaysia dan puluhan asal Thailand dan Papua New Guinea? Karena pemerintah Singapura kredibel dan sangat peduli pendidikan. Mereka mampu dan berani membelanjakan biaya pendidikan dengan melimpah ketika negaranya mulai memiliki dana cukup. Dan terbukti mereka menikmati buahnya sekarang. Sementara pemerintah rezim Soeharto dan presiden-presiden berikutnya berpikir sebaliknya.


NUS misalnya, untuk pertama kalinya pada tahun fiskal 2007 memecahkan rekor belanja riset yakni sebesar US$ 470,8 juta dibanding US$ 181,0 juta pada tahun 2001. Belanja riset NUS ini menempatkan NUS pada posisi nomor 6 di dunia setelah California Institute of Technology (US$ 1.780,6 juta)), MIT (US$ 598,3 juta), Harvard University (US$ 569,9 juta), Oxford University (527,7 juta) dan Kyoto University (US$ 527,5 juta). Dengan demikian NUS mampu membayar dosen-dosen peneliti terbaik dari berbagai penjuru dunia untuk mau mengajar dan meneliti di NUS. Secara otomatis kualitas pengajaran, kualitas riset dan Citation Index dosen-dosen NUS terangkat dengan sendirinya. Sehingga tak mengherankan berbagai mahasiswa asing mengincar Singapura sebagai salah satu tujuan pendidikan tinggi terbaik di dunia. Disinilah, Singapura memiliki kemampuan manajemen yang unggul sebagai ”Entrepreneur Pendidikan”. Sehingga mampu menjual kualitas institusi pendidikannya karena mereka didukung dosen-dosen terbaik di dunia yang direkrut Singapura dengan imbalan remunerasi yang sangat menggiurkan.


Inkubator bisnis mahasiswa yang dikembangkan NUS sebagai cikal bakal pencetakan entrepreneur berbasis kampus bahkan sudah punya ”outlet” di Silicon Valley, USA. Dana pertamanya US$ 100.000 merupakan sumbangan para alumni NUS. Mereka merancang dunia pendidikan selalu berkaitan dengan dunia industri. Singapura dengan dana yang melimpah mendidik dan memotivasi agar para mahasiswanya kelak menjadi pemimpin dunia usaha. Mereka menjadi “bos” bagi para ”tukang insinyur” atau ”kuli-kuli tingkat tinggi” -----kebanyakan berasal dari Indonesia, India, Pakistan, Bangladesh, Vietnam, Filipina, Myanmar, Kamboja dsb yang memang memiliki talenta bagus tetapi negaranya miskin----- yang berasal dari para penerima beasiswa NUS dan NTU yang terijon untuk bekerja pada perusahaan-perusahaan Singapura bila lulus kelak.


Oleh karena itu, bagi ITB yang telah mendapatkan bibit-bibit unggul mahasiswa memiliki kewajiban untuk memberikan nilai tambah tinggi terhadap para mahasiswanya, baik yang sifatnya kurikuler maupun dalam hal pengembangan soft skills. Tak cukup itu, ITB hendaknya bekerja sama intensif dengan para alumni ITB untuk mengarahkan lebih banyak mahasiswanya memahami dunia industri dengan menyuntikkan virus-virus entrepreneurship sedini mungkin, sejak mereka masuk ITB. Mereka hendaknya diberikan sebanyak mungkin proses latihan, untuk berani mencoba melakukan dan merealisasikan ide menjadi sesuatu karya semasa mereka di kampus.


ITB jangan traumatis dengan kejadian “Orientasi Studi Mahasiswa” yang telah memakan dua korban dalam sejarah ITB. Ini masalah perlunya keseriusan manajemen ITB dalam menghadapi dinamika kemahasiswaan saja. Kasus ini tak adil bila dibandingkan dengan kejadian di sebuah kampus yang secara brutal memang telah melakukan kegiatan tidak beradab berupa penyiksaan secara fisik. Tak boleh terjadi pula “pengadilan” terhadap para aktivis kampus ITB dengan “cara pendekatan kekuasaan”. “Penegakan keadilan” atas mahasiswa di kampus hanya bisa didekati dengan pendekatan pendidikan. Biarkan proses ”trial and error” mahasiswa ITB pada berbagai unit aktivitas kampus ini berjalan sebagai tradisi menuju filosofi kerja sebuah perusahaan modern atau filosofi masyarakat modern. Bahwa ”usaha keras adalah bagian sangat penting dari proses penghargaan suatu penampilan dan kegagalan dari usaha keras yang telah dilakukan akan tetap dapat simpati dari organisasi”. Kampus dijadikan basis bagi pencetakan “Entrepreneur Baru” dan juga bagi sebagian alumni yang bercita-cita menjadi “Birokrat Entrepreneur”.


Di kemudian hari, penulis sangat yakin bahwa filosofi ini akan membawa Manusia ITB sebagai lulusan yang di samping memiliki kecerdasan di atas rata-rata juga memiliki karakter kuat, bersikap berani mengambil risiko dalam mengambil keputusan yang inovatif atau keputusan terobosan bukan keputusan yang biasa-biasa saja. Dengan demikian pada akhirnya Ibu Pertiwi akan memiliki putra-putri terbaik yang menyemai pada taman sari yang sangat indah membentuk suatu Bangsa Pemberani bukan Bangsa Pengecut. Semangat inilah yang sebenarnya yang diinginkan oleh Bung Karno, ketika meresmikan nama ITB, agar ITB menjadi kampus pencetak manusia berkarakter.


Sejarah telah membuktikan tentang kemampuan mengembangkan diri negara-negara Skandinavia (seperti Denmark, Finlandia, Norwegia, Swedia) sejak tahun 1870 dan begitu pula Jepang dan Korea Selatan. Keberhasilan mereka, secara garis besar dapat dijelaskan oleh kemajuan pendidikan dan kualitas institusi-institusinya; oleh kebijakan yang berorientasi ke depan dan semangat mengangkat kompetisi. Orientasi ke depan akan mendorong pertumbuhan dan produktivitas. Sebab perbedaan produktivitas pada suatu investasi dapat membuat perbedaan 1 sampai 2 persen terhadap tingkat pertumbuhan GNP per kapita. Hal ini dapat membantu mengubah stagnasi ekonomi ke dalam semangat untuk meningkatkan kemampuan entrepreneur domestik. Tak mengherankan mengapa Nokia yang dibuat oleh negara kecil Finlandia telah menjadi merek dengan nilai jual nomor 2 tertinggi di dunia setelah General Electric, AS. Begitu pula Volvo dan Ericsson yang buatan Swedia merupakan merek dagang yang telah sangat akrab di telinga kita karena memang telah lama mendunia. Dan tentu saja berbagai produk buatan Jepang dan Korea Selatan yang telah lama membanjiri pasar dan merasuki otak konsumen Indonesia.


Saya yakin Manusia ITB akan mampu melakukan hal serupa yang telah dilakukan manusia-manusia Jepang, Korea Selatan dan negara-negara Skandinavia, kalau melihat kepada potensi bakat unggul yang dimilikinya. Asalkan dalam proses pendidikan di ITB mereka telah diisi kompetensi keilmuannya dengan baik dari dosen-dosen yang baik pula. Kemudian diperkaya oleh proses latihan di kampus, pada berbagai bentuk aktivitas sosial pada lingkungan masyarakat yang telah melahirkannya dan pada proses magang di berbagai industri yang peduli dalam membentuk dan memperkuat jaringan Indonesia Incorporated.


Saya berangan-angan ITB dapat menjadi lokomotif penarik di masa-masa mendatang untuk memperkuat jaringan canggih ”Kampus-Industri-Pemerintah”. Bagaimana mensinergikan segitiga emas ini secara efektif akan meningkatkan kemampuan daya saing Indonesia Incorporated di peta negara-negara di dunia. Bukan tidak mungkin ITB akan mampu menjadi kampus pencetak banyak “Entrepreneur Masa Depan” dan juga sebagian “Birokrat Entrepreneur”. Dalam perjalanan panjangnya kemudian, mereka akan semakin menyadari. Bahwa untuk membentuk Indonesia Incorporated yang tangguh ternyata harus didukung oleh 3 pilar utama; yakni Pemanfaatan Sains dan Teknologi; Penegakan Hukum yang Adil Berwibawa dan, Membangun Entrepreneur Tangguh.


Bahkan bukan tidak mungkin pula ITB bisa meniru keberhasilan MIT, yang pada tahun 1994 saja menurut penelitian Boston Bank yang bertajuk “MIT: The Impact of Innovation”, para alumni MIT telah mampu membangun 4.000 perusahaan dengan ”sales turnover” US$232 milyar. Sehingga mereka mampu membuka kesempatan kerja bagi 1.100.000 orang di berbagai dunia. Pencapaian ini telah menempatkan MIT sama dengan kekuatan ekonomi dunia pada urutan ke 24 karena sales turnover-nya setara 2 kali GDP Afrika Selatan yang besarnya US$ 116 milyar (MIT Graduates Have Started 4,000 Companies With 1,100,000 Jobs, $232 Billion in Sales in ’94, http://web.mit.edu/newsoffice/1997/jobs.html).


Kalau MIT yang sudah demikian hebat performanya saja masih dikucuri dana investasi Pemerintah AS yakni 70% perolehan dana risetnya berasal dari Pemerintah Federal yang memberikan proyek-proyek riset dasar skala besar, sedangkan proyek riset lainnya berasal dari perusahaan-perusahaan industri multinasional dan organisasi nirlaba milik para filantropis kaya raya. Begitu pula Seoul National University (SNU), Korea Selatan, kendatipun telah menghasilkan riset-riset kelas dunia dan berhasil dikomersialisasi, ternyata secara reguler masih tetap menerima kucuran dana sebesar US$ 50 juta per tahun untuk keperluan risetnya dari Pemerintah Korea Selatan.


Maka sudah sepatutnya Pemerintah Indonesia juga harus memberikan perhatian yang lebih besar tentang masalah dana riset ini kepada ITB dan PT lainnya agar kita mampu berkiprah lebih jauh bagi kemajuan Bangsa Indonesia. Jangan dengan diberlakukannya Badan Hukum Pendidikan (BHP) bagi PT-PT di Indonesia sebagai cara pemerintah cuci tangan dari kewajiban mencerdaskan bangsa dan mengalihkan bebannya kepada masyarakat! Sebab, ujung-ujungnya yang jadi korban adalah anak-anak berbakat tetapi orang-tuanya miskin. Jangankan bisa diterima di PTN sedangkan untuk mencoba ikut seleksinya pun mereka sudah ketakutan lebih dulu karena berat di ongkos!

Read more...

Penggemar Blog IA-ITB :

  © Free Blogger Templates Skyblue by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP