Showing posts with label 99Venus Team. Show all posts
Showing posts with label 99Venus Team. Show all posts

Lagu santai untuk Mbah Maridjan

>> Saturday, October 30, 2010

Halo ITB-Club,


Ada titipan salam dari Mbah Maridjan di surga.
Beliau sudah bahagia di sana. Tapi masih belum biasa dengan suasana baru, jadi minta dikirimi lagu.
Beliau minta lagu santai di hari Minggu.
Makanya saya dicari 99Venus Team untuk menyanyi lagu ini.
Siapa Alumni ITB yang suka membawakan lagu slow ini ?
Kalau Lurah Ari agak diragukan kekuatan nafasnya untuk menyanyi lagu ini,
bakalan "pitch-nya kurang" kata Teteh Trie Utami ha ha ha haaaaa.

Irama lambat, kekuatan vokal, dan tarikan-tarikan gitar menjadi variasi yang menarik dari lagu ini.
Bahkan secara demonstratif lebih ditonjolkan lagi oleh grup musik lain, Faith No More, yang sukses mendaur ulang lagu saya ini


I wanna be high, so high
I wanna be free to know
The things I do are right
I wanna be free
Just me, babe!

That's why I'm easy
I'm easy like sunday morning
That's why I'm easy
I'm easy like sunday morning
Because I'm easy
Easy like sunday morning
Because I'm easy
Easy like sunday morning



Untuk menemani Mbah Maridjan bersantai sambil mendengarkan lagu di hari Minggu, silahkan diputar video musik di bawah ini.





Selamat mendengarkan,

:-)
Lionel Richie & 99Venus Team

--------------------------------




Read more...

Permainan gitar blues penuh improvisasi

>> Wednesday, October 20, 2010

Permainan gitar blues penuh improvisasi
Oleh: 99Venus Team



Jika waktu senggang semasa kuliah di ITB dulu dan sedang jalan-jalan dengan teman-teman, ke mana Anda menghabiskan waktu?
Cari bubur ayam bersama ? Mendaki gunung ? Kemah di perkebunan teh ? Ke Lembang, dll ?

Terimalah lagu blues berikut yang mungkin menemani malam-malam saat harus begadang untuk belajar dulu.


So long, it was so long ago
But I've still got the blues for you


Untuk mendengarkan lagu dan melihat permainan gitar blues penuh improvisasi, silahkan diputar video di bawah ini.




Selamat mendengarkan,

99Venus Team
www.99Venus.net



----------------------------

Read more...

Menonton film koboi

>> Monday, October 18, 2010

Read more...

Bayangan Senyummu yang Menawan

>> Saturday, October 16, 2010

Quiz: Bayangan Senyummu yang Menawan




Kang Lurah Ari baru saja dilantik menjadi Moderator ITB-Club.
Selain itu, ada juga 10 Moderator lain yang menemani.

Quiz:
Hayo, siapa nama Moderator milis ITB-Club yang punya senyum menawan ?
Selamat menebak :-)



Nah, sekarang silahkan diputar laguku yang berirama bossanova.
Siapa yang sering memutar lagu ini waktu kuliah dulu ?

The shadow of your smile
When you are gone
Will color all my dreams
And light the dawn

Now, when I remember spring
All the joy that love can bring
I will be remembering
The shadow of your smile



Untuk mendengar laguku yang berjudul The Shadow of Your Smile dan berirama bossanova, silahkan diputar video di bawah berikut.




Salam dari Pantai Ipanema, Rio de Jeneiro,

:-)
Teteh Astrud Gilberto & 99Venus Team




-------------------------------------



Read more...

Hadiah untuk Pangeran Kesepian di kelurahan London

>> Wednesday, September 8, 2010

From: 99Venus Team, http://www.99Venus.net
To: IA-ITB@yahoogroups.com
Cc: Senyum-ITB@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, September 08, 2010 5:12 PM
Subject: [Senyum-ITB] Re: Hadiah untuk Pangeran Kesepian di kelurahan London




Hatur nuhun infonya. Posisi Ari di mana ?
Kenapa sebagai penduduk kelurahan London belum lapor tempat tinggal he he he heeee ?

Supaya Ari tidak menjadi pangeran yang kesepian,
saya sebagai lurah London mau mengajarin cara dansa waltz.
Klik video lagu di bawah :-)




Selamat dansa poreper,

:-)
Lurah London & 99Venus Team

















----- Original Message -----
From: pangeran_kesepian10@yahoo.com
To: IA-ITB@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, September 08, 2010 4:58 PM
Subject: Re: [IA-ITB] Mencari ketupat di Wisma Indonesia, London



Salam,

Pemilik wisma Indonesia di London juga sekaligus pemilik restoran Nusa Dua (restoran Indonesia) di daerah Oxford Circus. Pak Firdaus (sang pemilik) biasanya buka open house saat hari Raya. Untuk tahun ini saya kurang tahu. :)

Salam,

Arie

-----------------------------



Read more...

Mau lagi dong, Yang !

>> Sunday, August 29, 2010

From: 99Venus Team, http://www.99Venus.net
To: IA-ITB@yahoogroups.com
Sent: Monday, August 30, 2010 1:58 PM
Subject: [IA-ITB] Mau lagi dong, Yang !




Lagu nostalgila berikut ini akyu kirim untuk kabogoh-kyu yang nakal, yang suka nyemesin dakyu, dan teman-teman kabogoh-kyu yang bau oli dari Jurusan Mesin :-)
Siapa yang suka lagu ini ?


Do that to me one more time
Once is never enough with a man like you
Whoa-oh-oh, do that to me one more time

I can never get enough of a man like you


Say those words again that you just did

Oh, baby tell it to me once again



Untuk mendengar lagu yang akyu kirim untuk kabogoh, klik video di bawah berikut.

Mau dong di-semes lagi, Yang !
Jangan semes keras, tapi semes mesra yah :-)




Salam kangen,

:-)
Anna, Lurah Dago, & 99Venus Team






















--------------------------------


Read more...

Misi Agen G10: One Life for Your Dreams

>> Friday, August 20, 2010

Misi Agen G10: One Life for Your Dreams



Kamu hanya hidup dua kali
Satu kehidupan untuk dirimu sendiri
Dan satu kehidupan lagi untuk mimpi-mimpimu



Gara-gara beberapa puisi yang sering dikirim ke milis IA-ITB belakangan ini, maka Markas Besar di Taman Sari menjadi menyukai puisi dan menugaskan saya untuk mencari sumber puisi di atas ke Jepang.
Siapa yang bisa menolongku menemukan puisi asli dalam bahasa Jepang ?

Jika ingin mendengarkan syair lengkap dan aksi misi rahasiaku di Jepang, silahkan diputar film di bawah berikut.
Selamat menonton :-)


This dream is for you
So pay the price.
Make one dream come true
You only live twice.






Salam dari Kyoto,

:-)
Ganes Bron & 99Venus Team
Agen rahasia G10
















---------------------------

Read more...

Don't hang your head in sorrow

>> Friday, April 16, 2010

Read more...

Mau ikut mengayuh sepeda ke Belsize ?

>> Friday, February 19, 2010



Hai Treman-Treman,

Siapa yang mau ikut bersepeda bersama-sama ke Belsize ?
Penyanyi lawas Engelbert Humperdink yang akan memandu perjalanan bersepeda kita,
sambil bernostalgia mendengar lagunya dalam irama waltz dengan aksen
suara iringan musik yang mirip bunyi roda sepeda yang berputar saat mau masuk bagian refrain.


Turning and turning, the world goes on
We can't change it, my friend
Let us go riding now through the days
Together to the end
Till the end

Ref:
Les bicyclettes de Belsize
Carry us side by side
And hand in hand, we will ride over Belsize
Turn your magical eyes
Round and around
Looking at all we found
Carry us through the skies
Les bicyclettes de Belsize


Jika sudah siap bersenandung dan mau ikut bersepeda ke Belsize,
silahkan klik blog IA-ITB berikut



Selamat mengayuh sepeda,

:-)
99Venus Team


Read more...

Give your smile to me :-)

>> Friday, November 6, 2009

Read more...

Main sitar

>> Sunday, September 20, 2009

Read more...

Mau dirayu oleh Si Raja Kelana dari Negeri yang Elok ?

>> Sunday, August 16, 2009

From: 99Venus Team, www.99Venus.net
To: Senyum-ITB@yahoogroups.com ; IA-ITB@yahoogroups.com
Sent: Monday, August 17, 2009 12:04 PM
Subject: Mau dirayu oleh Si Raja Kelana dari Negeri yang Elok ?


Hai Teman-Teman,

Alkisah dahulu kala ada Raja yang sering berkelana ke berbagai penjuru dunia.
Dia berkelana untuk menyebarkan dan promosi film tentang negerinya yang elok.


Inilah cuplikan kisah film-nya:

Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa

Melambai lambai nyiur di pantai
Berbisik bisik Raja Kelana
Memuja pulau nan indah permai
Tanah Airku Indonesia



Jika tidak sabar ingin segera dirayu dan melihat film tentang negeri yang elok,
klik blog IA-ITB berikut:
http://ia-itb.blogspot.com/2009/08/si-perayu-ulung-2.html


Selamat melihat film tentang negeri yang elok :-)
Semoga Masyarakat Indonesia dan Alumni ITB dapat mengubah keelokannya menjadi kesejahteraan !!!






Salam dari Negeri yang Elok,

:-)
Si Raja Kelana & 99Venus Team

Read more...

Si Perayu Ulung 2

>> Friday, August 14, 2009

Read more...

The Experience: ITB untuk Semua

>> Monday, June 1, 2009

Sent: Tuesday, June 02, 2009 10:59 AM
Subject: The Experience: ITB untuk Semua

--------------------------
---------------

Ditulis oleh Sri Pujiyanti
ITB untuk Semua: The Experience



Ketika Lemet mengajak saya untuk terlibat di program beasiswa ini, saya tidak menyangka bahwa akan semenguras emosi seperti ini. Saya pikir, ini akan jadi sebuah pengalaman yang biasa-biasa saja.

Akan tetapi, ternyata pengalaman yang saya rasakan berbeda. Saya ikut terlibat, berkali-kali menangis dan tertawa ketika anak-anak itu menangis dan tertawa. Padahal saya tidak kenal mereka.

Dimulai ketika proses seleksi dan saya harus membaca aplikasi sekitar 100-an buat dinilai. Reaksi saya beragam terhadap aplikasi yang saya baca. Kadang saya marah, karena saya merasa si anak tidak melakukan apa-apa kecuali mengeksploitasi kemiskinannya (please..ini bukan ajang reality show..), kadang saya ikut menangis dan ikut marah. Kesedihan dan kemarahan terhadap sistem yang seringkali terbaca di aplikasi itu. Anak-anak perkasa yang membuat saya malu karena saya-dibandingkan mereka-terasa begitu lemah. Kemalangan yang sering saya rasakan terasa tidak sebanding dengan mereka. Rata-rata memuja ITB. Ketika kemarin saya bilang, pada seorang anak peserta beasiswa yang ke Bandung, bahwa ITB tidak seharusnya semahal ini, dia menatap saya, dan berkata, wajar, dengan kualitas seperti ITB...dan saya balik menatap dia dengan sedih, tidakkah ketika perguruan tinggi yang harusnya memberikan tempat buat semua orang yang memiliki kapasitas kini diembel-embeli juga kemampuan secara finansial sudah merenggut harapan akan perubahan masa depannya? Si anak itu tidak menyadarinya, bahwa negara sudah bersikap tidak adil padanya...

Naik turunnya emosi saya kemudian benar-benar terjadi ketika proses pengumpulan 200 siswa SMA terpilih untuk mengikuti proses seleksi USM di Bandung. Saya bertugas menghubungi 12 anak untuk memastikan perjalanan mereka lancar sampai Bandung. Rata-rata mereka antusias. Ada yang cemas karena tidak mau naik pesawat. Ada yang saya sampai harus membujuk ayahnya supaya melepaskan anak perempuannya sendiri pergi ke Bandung dari Belitung yang jauh, dan beliau menelpon saya setiap menit setelah anaknya berangkat, ingin tahu kabarnya. Ada yang cerewet dan tidak berhenti bertanya. Ada yang tidak ditemukan. Satu anak. Adi Wijaya. Di sebuah daerah antah berantah di Lampung Selatan. Tidak ada telpon, tidak ada internet. Saya bingung. Kesempatan ini tidak boleh dibuang. Untungnya, pada saat-saat yang mepet, Febi (alumni Gea 94) menghubungi Rezi dan Mbak Nunik, pasangan suami istri alumni Fisika 93, dan pada malam keberangkatan ke Bandung, berangkatlah mereka dari Bandar Lampung ke Lampung Selatan mencari Adi Wijaya. Satu kampung diubek-ubek. Alamatnya tidak jelas. Akhirnya, Mbak Nunik 'menyeret' sang kepala desa' mencari, dan pukul lima sore, mereka berhasil menemukan Adi WIjaya yang kebingungan. Tes USM? Ke Bandung? Saya bilang, tiket bis ke Bandung di Bandar Lampung sudah menanti. 4 temannya yang lain sudah menunggu. Adi, dengan perbekalan seadanya dan persyaratan yang belum lengkappun, dikirim Mbak Nunik pukul setengah delapan naik bis ke Bandung. Wow, ketika dikabari Mbak Nunik bahwa mereka berhasil menemukan Adi, saya kagum dan merasa, wow..kalau alumni ITB ini bersatu, apa yang tidak bisa mereka lakukan ya?

Ketika mereka mendaftarkan diri, mulailah masalah itu dimulai. ITB sebenarnya sudah menyediakan waktu khusus untuk mereka sehingga tidak harus berdesakan dengan 2000-an peserta lain yang membayar 800 ribu, akan tetapi miskomunikasi yang terjadi membuat semua orang pontang panting. Tiba-tiba syarat tes buta warna yang sebelumnya tidak mengemuka muncul. Sempat muncul kepanikan gimana caranya 200 anak harus tes buta warna dalam waktu dua jam? Akhirnye beberapa relawan menggiring anak-anak itu ke poli ITB. Karena hari itu hari Jumat, dan jam 11 tutup, kemudian sebagian digiring ke Boromeus. Anak-anak itu jalan kesana kemari, kelelahan. Tiba-tiba ada kabar bahwa loket akan tutup pukul 11 dan anak-anak yang belum mendaftar sampai pukul 11 tidak akan diperbolehkan ikut tes keesokan harinya. Kami semua tercengang. Langsung beberapa orang mengangkat telpon mencoba mengulur waktu. Pak DL pun langsung muncul, mencoba membantu melonggarkan peraturan. Akhirnya, waktu diperpanjang, tapi tes harus beres. Jadilah kami semua berjalan rektorat-poli Salman-Boromeus tidak berhenti.

Belum selesai. Muncul isu bahwa kartu UN tidak bisa dipakai. Harus surat keterangan mengikuti UN dari sekolah. Paniklah anak-anak yang tidak mempunyai surat itu. Adi, yang datang ke Bandung cuma berbekal surat keterangan domisili dan kartu UN, hampir menangis di loket. 'Mbak, saya ga boleh daftar,' dia berbisik pada saya dengan wajah bingung. Bapak petugas kemudian menjelaskan peraturannya. Saya mengangguk, kemudian bercerita tentang kisah Adi. Si Bapak lalu sepakat, ok, tapi difax ya surat yang belum lengkap? Adi menggeleng, 'Tidak bisa, Pak.' Si Bapak bertanya.'Masa fax aja ga ada?' Si Adi dengan tercekat berkata,'Disana bukan Bandung, Pak...'. Saya menendang kakinya. Sanggupi saja. Nanti kita urus. Adi kemudian mengangguk. 'Iya Pak, nanti saya coba'. Ketika dia kemudian saya tawari makan, dia sudah ceria lagi.

Perlahan-lahan urusan mulai beres. Anak-anak yang kelelahan mulai makan, tapi masih semangat. Ketika setelah makan Adi kembali lagi ke loket, tidak berapa lama kemudian dia kembali lagi ke saya dengan wajah kembali sedih.'Katanya ga boleh, mbak.' 'Lho, tadi?" "iya, sekarang katanya ga boleh.'

Saya mulai naik darah.'Kenapa ga boleh?' 'Karena katanya sudah dikasih tau sebelumnya bahwa harus ada akta kelahiran. Kalau sekarang ga ada akta, ga boleh.' 'Tapi kan kamu TIDAK TAHU SEBELUMNYA. Surat dari ITB tidak sampai. Dan kamu cuma punya waktu dua jam buat mempersiapkan diri.' Tiba-tiba saya ingin menangis. Menatap wajah anak itu, yang bingung, sedih, marah, saya merasa jadi dirinya, yang hidupnya, nasibnya, dipermainkan sebuah sistem. Apa tidak ada kebijakan? Tiba-tiba ingat kata-kata kakak ipar saya yang anak psikologi.'Anak eksakta kan begitu. Kaku. Kadang esensinya ga jelas.' Dan saya seperti menemukan kebenaran kata-kata itu pada saat itu.'Gimana dong, Mbak?' 'Balik lagi ke sana.' 'Ga boleh, mbak.' Lalu saya bertanya pada panitia lain,'Kok ITB ketat sekali sekarang? Dulu saya ga disuruh menyerahkan akta asli' Seseorang menjawab.'Joki.' Saya menyembur dengan kesal.'Lihat dong wajahnya. Apa dia bertampang bisa bayar 5 juta buat joki? Dia bukan MEREKA. Anak-anak yang entah dirinya entah orang tuanya, ingin masuk ITB dengan segala cara. Saya kemudian meminta seorang teman, yang setau saya pandai membujuk (:D) untuk menemani Adi. Saya marah. ingin nangis. saya harus pergi dari sini. ketika endah menelpon saya dan bilang salah satu anak asuhannya rusak kacamatanya, saya kemudian memilih menemani anak itu mencari optik.

Ketika jam 5 saya kembali ke lapangan aula barat, adi masih belum terlihat. juga charly, teman saya itu. saya gundah. saya tanya seorang teman,'gimana adi?' 'belum, masih dilobi.' saya tambah tidak enak badan. seorang teman berusaha menghibur dan bilang.'itu yang paling baik buat adi.' saya menggeleng.'dia mungkin akan sukses tanpa ITB.' saya menggeleng lagi.kenapa harus begitu sulit untuk anak-anak seperti dia? hidup sudah cukup sulit buat mereka. apalagi yang harus mereka buktikan pada Tuhan sehingga Tuhan memberi mereka ujian lagi? saya akhirnya memutuskan pulang. mampir dulu ke penginapan anak-anak itu, memastikan konsumsi makan malam beres. lalu pulang. di jalan saya meledak. menangis sepanjang jalan. suami saya menelpon. dan dengan diiringi isak tangis sayapun bercerita. saya marah, seperti inikah seharusnya ini berakhir? seperti inikah potret manusia kebanyakan di negeri ini? akta kelahiran yang dua ratus ribu pasti sulit untuk sebagian orang. seperti inikah keadilan di negeri ini?

saya tahu kalau saya sudah terlibat emosi terlalu dalam, sayapun berusaha mengambil jarak. bermain dengan anak-anak saya. walaupun saya tahu, saya masih berpikir tentang anak satu itu. ketika lemet mengsms bahwa semua peserta telah beres pendaftarannya, saya cuma mengsms balik dengan satu kata.'adi?'

alangkah leganya ketika lemet menjawab.'adi aman'. saya mulai tersenyum. duhh...padahal dia bukan anak saya. saya tidak kenal dia. kenapa saya harus ikut tersenyum dan menangis bersama dia?

ketika pagi harinya saya harus ke kampus mengantarkan satu anak yang tidak berseragam-mencari dulu seragamnya-daerah seputar itb sudah penuh sesak. mobil-mobil bersesakan. dan entah kenapa saya marah. sebal melihat mereka yang dengan seenaknya menaruh mobil dimana saja, bahkan di tempat yang ada larangan parkir, hanya karena mereka punya mobil, mereka butuh parkir, dan anak mereka mau ujian (saya lupa, saya juga bawa mobil...:D tapi saya rasanya tidak pernah seenaknya). saya marah melihat anak-anak yang dikawal kedua orangtua dan adik-adiknya menjinjing tas mahal dan mungkin keluaran bimbel paling canggih melangkah masuk kelas (saya tahu, saya mulai jadi rasis...padahal mungkin suatu saat saya akan bersikap seperti itu pada anak saya). saya sedih melihat anak-anak saya, 200 anak itu, harus jalan dari rektorat ke itb karena jalan macet dan bis tidak bisa lewat. wajah mereka lelah. mereka tidak mampu ikut bimbel yang harganya selangit. sepatu mereka pinjaman sehingga longgar dan melecetkan kakinya. saya tidak suka bahwa ITB tidak mempedulikan kenyataan bahwa pengguna jalan lain terganggu dengan kemacetan itu. Saya terjebak macet 2 jam dari gelapnyawang ke rektorat yang kalau ditempuh dengan jalan kaki hanya 5 menit. Apakah itu sebuah tolok ukur yang harus dibanggakan? Berapa panjang kemacetan karena ujian ITB? Bisa dibandingkan dengan berapa kilometer antrian orang ingin membeli sepatu crocs? Apakah ITB sudah direduksi sedemikian rupa sehingga hanya menjadi barang konsumsi? Seperti sebuah sepatu? Siapa yang punya uang dia yang dapat?

Ketika sore sebelumnya fani tiba-tiba jadi danlap dan menyerukan salam ganesha yang legendaris itu-anak-anak itu bersemangat mengikutinya-saya tiba-tiba merasa berada di tanah asing. saya merasakan campur aduk. ah...pengalaman yang memperkaya. mudah-mudahan anak-anak perkasa itu mendapatkan jalan yang paling baik. dan saya, yang disentuh oleh mereka, mau berbuat sesuatu.

-untuk 200 adik-adikku yang hari ini mengikuti ujian, saya mendoakanmu dengan tulus. jadi orang yang baik ya. itu yang paling penting. suatu saat, kamu bisa membantu 200 orang yang lain. dan buat para relawan yang bekerja tanpa dibayar, tidak dikasi makan, dan tetap semangat 24 jam, two thumbs up!!!!-

yang juga harus dicatat disini adalah kegigihan para relawan yang tidak ada duanya. ada yang sampai nyari sendiri ke rumah si anak...febi yang menggunakan jaringannya (maksudnya, teman dan adiknya) buat mencari anak-anak yang belum ditemukan, ben yang sampe googling the earth dan menelponin tiap rumah di satu kompleks untuk sampai ke anak yang dimaksud, mbak nunik dan rezi yang bela-belain banget. ada yang bayarin peserta dari kantong sendiri...sungguh memberikan harapan ketika orang-orang mengeluh pada saya bahwa mereka tidak punya cukup waktu untuk membantu lebih banyak (atau marah karena mereka tidak bisa membantu!). dan kepeduliannya itu. febi yang selalu nanya, si adi gimana? (padahal bukan anaknya...). Mbak Nunik yang berkali-kali menelpon setelah mengirim Adi memastikan anak itu baik-baik saja, dan kemudian membantu membuatkan surat kelahiran yang baru. with angels like you (yah, kalian semua volunteer yang tidak saling kenal tapi teuteup cengengesan)...the world seems a better place...

Read more...

Ingat ingat pesan Mama

>> Thursday, May 14, 2009

Wahai Treman-Treman,


Ingat-ingat pesan Mamaku ini.
Mamaku bilang harus sabar untuk urusan cinta, Jangan buru-buru.
Cinta tidak datang dengan mudah. Ini adalah urusan memberi dan menerima.
Jadi harap bersabar untuk urusan cinta. Terutama buat yang jomlo :-)


Untuk mendengar pesan Mamaku selengkapnya,
klik blog IA-ITB berikut
http://ia-itb.blogspot.com/2009/05/ingat-ingat-pesan-mama.html





Selamat mengingat-ingat,

:-)
Phil Collins & 99Venus Team

Read more...

Kamu masih tetap manis

>> Friday, April 3, 2009

Kamu masih tetap manis
Oleh: 99Venus Team




"Kamu masih tetap manis kok, seperti biasanya orang yang punya gula".
Sesudah lama berpisah, itulah kalimat yang diucapkan Leo ketika berjumpa kembali dengan Siska, mantan kekasihnya.


Quiz:
Hayo, penyebab apa yang membuat Leo harus berpisah lama dengan Siska ?


Ref:
Bersama kasih kembali mesra

Bercumbu lagi memadu satu janji berjuta bintang

Untuk mendengar kisah Leo dan Siska ketika memadu janji berjuta bintang, silahkan diputar video lagu di bawah.






Selamat mendengarkan,

:-)
99Venus Team

-------------------------------------







Read more...

Hanya Untukmu - Rafika Duri


Hanya Utkmu - Rafika Duri

Read more...

Merpati Putih

Kisah tentang lagu ini, dapat dibaca di link berikut.
http://ia-itb.blogspot.com/2009/04/kamu-masih-tetap-manis.html




Merpati Putih - Chrisye

Read more...

Siapa ikut ke Perkebunan Strawberry?

>> Thursday, March 19, 2009

Siapa ikut ke Perkebunan Strawberry?



Kalau mau ikut jalan-jalan ke perkebunan strawberry, segera siap-siap atuh.
Petik strawberry yang banyak untuk dibuat selai, juice, dan lalap ;-)


Let me take you down, 'cause I'm going to
Strawberry fields
Nothing is real
And nothing to get hung about
Strawberry fields forever

Living is easy with eyes closed
Misunderstanding all you see
It's getting hard to be someone, but it all works out
It doesn't matter much to me



Kalau sudah siap mau ikut ke perkebunan strawbeery,
putar video di bawah ini.







Selamat membuat selai strawberry,

:-)
John Lennon, George Harrison, & 99Venus Team

-----------------------------------

Read more...

Yogyakarta - KLA Project

>> Wednesday, March 11, 2009

Nikmatilah lagu dari KLA project berikut:

Read more...

Penggemar Blog IA-ITB :

  © Free Blogger Templates Skyblue by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP