Pikiran Soekarno

>> Thursday, April 16, 2009

From: Haldi Zusrijan Panjaitan
To: IA-ITB@yahoogroups.com ; itb
Sent: Thursday, April 16, 2009 1:40 PM
Subject: [IA-ITB] Pikiran Sukarno



Pikiran Sukarno
Oleh: Dr. Armein Z R Langi
Ketua Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK) ITB
Ketua Kelompok Keahlian Teknologi Informasi STEI ITB


Semakin saya mencoba membayangkan Sukarno, alumni ITB, presiden kita yang pertama, semakin saya mengagumi dan menghormatinya. Tanpa bermaksud mengkultus-individu seseorang, saya pikir Sukarno adalah salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki bangsa kita.

Saya pernah melihat foto-foto Bandoeng Tempo Doeloe, foto kota kita jaman dulu di tahun 1920an. Lucu dan menarik. Jalan masih tanah, pagar masih bambu. Banyak delman. Tapi yang paling menarik perhatian saya adalah potret tentang orang pribumi, bangsa kita. Kita tampak lusuh, terkebelakang, dan kampungan. Kita itu digambarkan duduk duduk di jalan, atau jadi kusir delman, kuli, dan pembantu rumah tangga. Itu di Bandung, lho. Bayangkan di luar jawa, bangsa kita itu kayak apa.

Di tahun 1920an itu Sukarno adalah mahasiswa ITB. Di sini dia bergaul dengan banyak tokoh dan membaca banyak buku. Dan dia sanggup menguasai banyak bahasa asing: Belanda, Inggris, Perancis, dan Jerman. Tapi juga ia mengerti bahasa lokal, Melayu, Jawa, Sunda, dan saya pikir juga Bali. Luar biasa, mahasiswa satu ini. Jadi, meskipun ia orang jawa, bumiputera, pikiran Sukarno sanghat global-meluas sekaligus lokal-mendalam. Ini kita bicara tahun 1920an, belum ada CNN.com atau TV dunia.

Coba kita renungkan, kalau kita jadi Sukarno saat itu, apa kira-kira yang akan kita lakukan? Pikiran kita begitu maju, tapi sekeliling kita sangat ketinggalan. Tokoh kelas dunia di tengah bangsa kuli. Kira-kira begitu, ya? Maka, kita sebagai Sukarno akan angkat koper, kerja di Belanda atau Perancis, bukan? Itu hal yang sensible yang akan kita lakukan.

Tapi Sukarno tidak.

Di masa mahasiswa ini, mungkin dia sedang tiduran melamun, tahu-tahu matanya menatap peta Hindia Belanda. Pikirannya yang luas bisa membayangkan puluhan juta bangsanya yang miskin, kurang bermatabat, dan tidak merdeka. Pikirannya yang luas bisa membandingkan nasib bangsanya dibanding bangsa Eropa, Jepang, Amerika. How come semua yang hebat-hebat datang dari bangsa lain?

Maka dia memutuskan untuk mengabdikan semua kejeniusannya untuk membangun martabat bangsanya! Tiba-tiba semua kelebihannya itu sangat efektif dan beguna untuk kemerdekaan bangsa ini. Tidak ada yang lebih mampu memimpin perjuangan memerdekakan bangsa kuli ini selain Sukarno, jenius kelahiran Blitar, dididik di kampus Ganesha, yang mengerti penuh alam pikiran bangsanya dan sekaligus mengerti penuh perkembangan dunia global.

He was soo way ahead of us, tapi dia memutuskan untuk hidup bersama kita, bukan pergi ke Paris atau New York untuk bergaul dengan para pemikir di kafe-kafe atau chasing frenchwomen. Dan dia pikir dia tidak bisa kerja sendiri. Maka ia mendirikan Partai Nasional Indonesia di tahun 1927, di usia 26 tahun! Umur 26 tahun, folks! gara-gara memperjuangkan kita, dia dipenjara dan dibuang berkali-kali. Tapi di tahun 1945, cuma 18 tahun kemudian, Indonesia merdeka beneran! Dan Sukarno menjadi presiden kita yang pertama, pada usia 44 tahun!

Manusia memang tidak sempurna. Tentu banyak sisi lain dari Sukarno. Tapi lamunan di Bandung itu telah mengubah jalan hidupnya, dan membuat hari ini Indonesia adalah resmi bangsa merdeka. Saya dan anda bisa punya paspor Indonesia dengan lambang Garuda, dan punya bendera merah putih.

Kalau kita pernah ragu-ragu apakah bangsa kita ini benar-benar bisa maju, cukup kita lihat foto presiden kita yang pertama itu, dan bayangkan apa yang sudah dijalaninya, dicontohkannya, dan sudah dihasilkan olehnya. Kita bisa lihat padanya contoh apa yang bisa dilakukan oleh seorang putera Indonesia. What we are capable of doing.


sumber:
http://azrl.wordpress.com/2008/10/10/pikiran-sukarno/

0 komentar:

Penggemar Blog IA-ITB :

  © Free Blogger Templates Skyblue by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP