Contoh kiprah Petrobras, Brazil

>> Tuesday, February 10, 2009

From:
To:
Sent: Wednesday, February 11, 2009 10:46 AM
Subject: Re: [IA-ITB] Re: Pushing Pertamina to become world class company

Satyo, contoh yang baik bagi Pertamina bukan petronas. Perusahaan ini banyak ranjau politiknya yang suatu saat nanti akan meledak. Lebih cocok meniru Petrobras, BUMN Brazil yang sukses mentransformasi diri dari perusahaan negara yang korup dan tidak kompeten menjadi world class oil company yang tak hanya highly profitable tapi juga amat berjasa membuat Brazil menjadi bebas dari impor energi. Ini contoh sukses BUMN di negara besar yang demokratis. Bhm
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Satyo Fatwan"

Date: Wed, 11 Feb 2009 09:20:21
To:
Subject: Re: [IA-ITB] Re: Pushing Pertamina to become world class company


Ngomong-ngomong soal Petro Vietnam, Petronas dan Pertamina, sekitar mid 90s
saya pernah ketemu Prof Ho Si Thuang (maaf ejaannya mungkin salah) yang pada
waktu itu menjabat CEO Petro Vietnam. Ketika tahu saya dari Indonesia beliau
mengatakan "Pertamina used to be our role model.." waktu saya tanya kenapa
"used to be", nah Pak GBZ ini mohon dilihat sebagai bagian dari "brutal
facts", paling tidak untuk Pertamina masa itu, beliau bilang "there is
significant gap between plan and execution". Lalu saya tanya lagi "so who is
your role model now?" Ada yang mau tebak siapa ?? Ya betul, dia menjawab
"Petronas".

Kalau bicara downstream lebih seru lagi, dulu pernah ketemu dengan Tan Sri
Azli Zan (maaf lagi nih kalau salah mengeja), dia waktu itu CEO Petronas.
Waktu di tanya apa visinya dengan gamblang dia bilang, "Satyo, you know the
filling station near the Hilton in jakarta, you know that clover-leaf,
maksudnya semanggi red., ten years from now that will be Petronas station".
Sepuluh tahun sudah berlalu, pompa bensin di semanggi masih Pertamina, TAPI
Petronas sudah mulai hadir di bumi Indonesia.

Banyak harapan diletakkan di pundak Karen dan direksi lainnya di Pertamina.
Semoga tugas yang tidak mudah ini dapat dijalankan dengan baik.

Satyo Fatwan
GM78

ps: catatan pinggir, salah satu problem yang mendasar bagi banyak BUMN
memang intervensi pihak luar yang kadang susah, baca impossible, di bendung.
Bayangkan pernah ada perusahaan penerbangan nasional yang bahkan tidak bisa
menentukan sendiri fleet plan mereka. Mudah-mudahan di era baru ini para
BUMN bisa lebih mengembangkan aspek BUnya secara sehat dan profesional,
ketimbang di tekan sebagai MN.

0 komentar:

Penggemar Blog IA-ITB :

  © Free Blogger Templates Skyblue by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP